Senin, 14 Juli 2014

RENUNGAN MINGGU IV SETELAH TRINITATIS 13 JULI 2014 Matius 13:1-9+18-23

RENUNGAN MINGGU IV DUNG TRINITATIS 13 JULI 2014
Matius 13:1-9+18-23

Ketika orang banyak menjumpai Tuhan Yesus, saat itulah, melalui satu perumpamaan Tuhan Yesus menjelaskan tentang ragam motivasi mereka menjumpai Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengetahui motivasi mereka menjumpai atau mengikuti Dia, ada yang didorong hanya untuk melihat tanda muzijat, yang lain hanya untuk mencari keuntungan seperti halnya 5000 orang yang diberi makan; ada yang ingin menjebak atau mencaricari kesalahan Tuhan Yesus. Kedatangan mereka itulah waktu yang tepat bagi Tuhan Yesus untuk menjelaskan tentang kerajaan sorga.
Melalui perumpamaan, Matius 13: 1-9+18-23 Tuhan Yesus ingin menunjukkan siapa diantara mereka yang berpurapura dan yang sungguh-sungguh mendengar kotbah atau pengajaran Tuhan Yesus. Sikap hati manusia dalam penerimaan Firman Tuhan, itulah yang digambarkan perumpamaan tentang Penabur. Perumpamaan tentang Penabur, itulah judul perikop ini dalam Matius. Namun ada 3 judul yang lain, yang diberikan penafsir tentang perikop ini. Dalam Bibel berbahasa Batak, judulnya diberi Umpama taringot tu harajaon ni Debata. Judul yang lain, Perumpamaan tentang benih yang ditabur. Yang lain memberi judulnya, Tano na opat ragam (Empat jenis tanah).
Judul pertama “Penabur” menekankan tentang Tuhan sebagai pemilik benih. Judul kedua, Perumpamaan tentang Kerajaan Sorga, menekankan tentang benih atau firmanNya  yang ditabur; judul ketiga, Tano na opat ragam (Empat jenis tanah) menekankan hati manusia yang menerima Firman Tuhan. Semua judul itu sangat berkaitan satu sama lain untuk menggambarkan penerimaan hati manusia terhadap Firman Tuhan. Perumpamaan ini boleh jelas apabila kita mengetahui tentang Penabur, tentang Benih yang ditabur dan tentang tanah, hati yang menjadi tempat benih yang ditabur. Tujuan perikop ini adalah : Pengaruh Firman Tuhan dalam hati yang mendengarNya. Dalam keberhasilan pertumbuhan benih yang ditabur, peranan Penabur sangat penting, demikian juga peranan benih, juga peranan tanah yang menjadi tempat benih ditabur. Penabur adalah gambaran dari pewartaan kerajaan sorga; Benih adalah gambaran dari Firman Tuhan; dan Empat Jenis tanah adalah gambaran hati manusia yang mendengar dan menerima Firman Tuhan.  
Untuk menggambarkan Kerajaan Sorga, Tuhan Yesus memakai kebiasaan petani. Dengan perumpamaan tentang Penabur, masyarakat yang mendengar pengajaranNya mudah mencerna tentang Kerajaan Sorga. Melalui perumpamaan Penabur, Tuhan Yesus ingin menyampaikan: Buka hati untuk menerima Firman Tuhan.

Selamat Hari Minggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...