Jumat, 04 Juni 2021

RENUNGAN MINGGU PERTAMA SETELAH TRINITATIS, 6 JUNI 2021 Markus 3:20-35

 Hiduplah dalam Kejujuran Iman

(Markus 3:20-35)




Untuk menggapai sebuah cita-cita, kita harus memiliki komitmen, memiliki integritas yang kuat akan sebuah nilai kebenaran. Tidak didasarkan pada selera atau keinginan tetapi pada kebenaran dan kejujuran. Kita harus juga memiliki kesetiaan dan ketaatan, sehingga jikalaupun kita berada di dalam sebuah komunitas, bagaimana komunitas itu tidak terpecah karena keinginan-keinginan atau ambisi negatif dari kelompok komunitas itu. Kekuatan ada dalam kebersamaan, memiliki visi dan tanggung jawab yang sama, saling mendukung dan saling mendoakan. Kekuatan sebuah persekutuan bukanlah karena ikatan marga, kekayaan dan jabatan, akan tetapi adalah karena memiliki kesamaan visi dan misi. Juga dalam kerajaan Allah. Persekutuan dalam gereja akan kuat jikalau masing-masing berusaha untuk melakukan apa yang berkenan di hadapan Tuhan (ay. 31-35).

Sebuah perumpamaan Yesus katakan bagaimana membangun komunitas yang kuat didasari kesehatian, kebersamaan, bukan saling menyikut dan saling menjatuhkan, bagaimana harus saling menopang, saling menguatkan. Sama dengan sebuah keluarga yang harus ditopang bersama oleh seluruh anggota keluarga, tidak saling menjatuhkan, tidak saling sikut atau menyalahkan, atau berusaha mencari kesalahan orang lain. Masing-masing harus mampu memperbaharui diri dalam komitmen yang benar. Untuk menjadi besar bukanlah dengan jalan menjatuhkan dan memfitnah, bukan memprovokasi orang lain untuk menolak dan menentang seseorang yang memiliki kelebihan dari kita.

Apa yang dikatakan Farisi dan ahli taurat terhadap Yesus yang mampu mengusir roh-roh jahat? Mereka menuduh Yesus memakai nama Beelzebul. Satu fitnah keji untuk menutupi ketidakmampuan dan kemunafikan, serta karena iri hati dan cemburu. Bisa terjadi jika kita tidak mau menerima kelebihan orang lain, dan hanya menganggap diri kita paling benar dan bisa. Padahal dengan berbuat demikian kita telah memperlihatkan kebobrokan moralitas kita, kebodohan dan kemunafikan kita sendiri, telah membohongi dirinya sendiri.

Kita mungkin bisa saja membohongi, menipu dan mengelabui banyak orang dengan kelicikan kita, akan tetapi kita tidak dapat membohongi kebenaran itu sendiri dan sepanjang hari, kebenaran itu akan menghakimi pikiran kita. Kita hanya dapat bebas jikalau kita dapat menguasai dan mengalahkan diri sendiri dan membiarkan diri kita dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus, Roh Kebenaran. Berilah dirimu dituntun, dikuasai dan diterangi oleh Roh Kudus. Amin. Selamat hari Minggu. (HS-Pdt).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...