Senin, 28 Juni 2021

RENUNGAN MINGGU KEEMPAT SETELAH TRINITATIS, 27 JUNI 2021 2 Samuel 1: 17-27

 KASIH PERSAUDARAAN

(2 Samuel 1: 17-27)




 

Kitab 2 Samuel diawali informasi tentang kematian Saul dan kemenangan Daud atas orang Amalek. Seorang tentara keturunan Amalek mengira bahwa berita yang dia sampaikan tentang kematian Saul adalah kabar menggembirakan bagi Daud. Orang Amalek itu mengatakan bahwa dirinyalah yang membunuh Saul atas permintaan Saul sendiri. Sebagai bukti untuk memperkuat laporannya, orang Amalek ini menunjukkan mahkota dan gelang yang tadinya dikenakan Saul. Alih-alih memberi hadiah atau jabatan atas jasa menginfokan kabar itu, Daud malah menghukum mati orang Amalek itu saat itu juga. Bagi Daud, tidak patut bertindak sewenang-wenang kepada orang yang diurapi Tuhan, apalagi berita yang disampaikan orang Amalek itu adalah cerita dusta yang berbeda dengan catatan kematian Saul yang dicatat di 1 Samuel 31: 3-5. Orang Amalek itu mengejar keuntungan atas peristiwa itu. Daud justru mengekspresikan kesedihan yang mendalam dengan meratapi kematian Yonatan dan Raja Saul. Daud menghormati Raja Saul sekeluarga secara konsisten. Respons Daud ini adalah gambaran bahwa Daud sangat menghormati Allah dengan menghormati orang yang diurapi Allah.

Tuhan menetapkan Daud untuk menggantikan Saul sebagai raja, Daud tidak menganggap dirinya berkuasa atas Saul. Semasa hidupnya, Yonatan anak Saul bersahabat akrab dengan Daud. Yonatan menyayangi Daud seperti dirinya sendiri. Yonatan memberikan baju perangnya kepada Daud. Dia bahkan menghadiahkan busur panahnya, sesuatu yang berharga baginya karena dia seorang pemanah yang hebat. Tak hanya itu saja, Yonatan dan Daud membuat perjanjian untuk bersahabat dan mendukung satu sama lain.​ (1 Samuel 18: ​1-5). Inilah salah satu persahabatan indah yang pernah dicatat dalam Alkitab. Hamba-hamba Tuhan sangat menghargai persahabatan.

Kita semua perlu memilih teman dengan bijak. Kita juga perlu menjadi teman yang setia dalam suka dan duka. Persahabatan haruslah saling menguatkan iman kita di dunia yang egois ini. “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” (Amsal 27: 17) Itulah yang akan kita pelajari dari Yonatan dan Daud. Bersikap rendah hati menghormati orang yang ditunjuk Tuhan menjadi pemimpin kita. Kita mungkin pernah sedih atau marah melihat kelemahan bahkan cacat moral yang membuat seorang pemimpin akhirnya jatuh. Namun, kelemahan itu tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk dengan sengaja merendahkan mereka. Saat mereka jatuh, kita patut berduka. Para pemimpin yang Tuhan tempatkan perlu kita doakan, agar mereka dipelihara Tuhan untuk menjadi berkat bagi hidup kita! Amin. Selamat hari Minggu! NS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...