Sabtu, 07 September 2019

PARTUMPOLON/IKAT JANJI PERKAWINAN SAHALA LEONARDO HUTAJULU DAN MOPO MEILIN BORU SILAEN


ACARA PARTUMPOLON / PARPADANAN
DI NA NAENG MARBAGAS

Sahala Leonardo Hutajulu
Dohot
Mopo Meilin boru Sialen

HKBP Pondok Gede Resort Pondok Gede
Sabtu, 7 September 2019 Pukul 11.30 WIB



I.   Pra Ibadah 

1.  Mangarade di Bilut Parhobasan (Calon Pangoli, Oroan, Natoras, Parhalado rap martangiang)

2.       Calon Pangoli, Oroan dohot Keluarga udur masuk tu gereja (diiringi musik angonangon)

I.     Ibadah (Pdt. Nikson Simangunsong)

1.          Marende BE. No. 9: 1+6 Hupuji Holong ni  C=Do BL. 110

            1.      Hupuji holong ni roha-Mu, o Tuhan Jesus, Rajangki.
     Tu Ho hulehon ma tondingku, ai i do pinangido-Mi.
     Huhalupahon ma diringku, mamingkir holong ni roha-Mu.

                     --- jongjong ---

           2.         O Jesus, uhir ma goar-Mu, torang, bagas tu rohangkon.
     Asa tarsurat di jolongku,  holong ni roha-Mi tongtong.
     Hatangku ro di parangengku, ingkon dipuji do goar-Mu.

             2.       Votum – Introitus - Tangiang (L= Liturgis; R= Ruas)

L:    Marhitehite Goar ni Debata Ama dohot Goar ni Anak-Na Tuhan Jesus Kristus dohot Goar ni Tondi Parbadia. Amen. Nunga pola Jahowa Debatanta i mambahen padan tu hita di Horeb,

R:    Hasudungan ni Jahowa angka na manghabiari Ibana, jala dipabotohon tu nasida padan-Na,

L:    On pe molo ditangihon hamu soarang-Hu, jala diradoti hamu padan na Hubahen i, jadi hasian-Hu ma hamu sian nasa bangso, ai gok di Ahu do liat portibi on. Haleluya! (Martangiang ma hita:) Ale Tuhan Debata Amanami na di banua ginjang. Mauliate dipasahat rohanami tu Ho, ala dipaborhat Ho anak dohot boruni huriaM dison naeng marpadan di joloM marsangkap laho pajongjong pardongansaripeon. Ho ma na mangarajai rohanasida asa marsihohot di padan na naeng undukhonon nasida. Sondangi rohanasida asa sintong padannasida i nirahutan ni holong-Mu dohot lomo ni rohaM. Dibagasan Jesus Kristus, jalo ma tangiangnami on. Amen.
--- hundul ---

  1. Koor/VG/Solo:

            4.       Marende BE. No. 212: 1+6 Haholongon na badia Bes=Do BL. 24

1.       Haholongon na badia sian Tuhan Jesus i,
Sai songopi sai bongoti roha dohot tondingki.
           
(jongjong calon Pangoli, Oroan dohot Natoras)

2.       Haholongon sian Jesus sai paias rohangkon,
Sai pabali nasa tihas asa ias tondingkon.

  1. Manjaha Surat Parpadanan

  1. Panangkasion tu:        Calon Pangoli dohot  Oroan
Natoras calon Pangoli dohot  Oroan

  1. Manandatangani Surat Parpadanan
      
a. Calon Pangoli dohot Oroan                        
b. Orang tua calon Pangoli dohot Oroan
c. Saksi dari calon Pangoli dohot Oroan          
d. Sintua calon Pangoli dohot Oroan
e. Napatumpolhon
f. Boaboa

  1. Koor/VG/Solo:

  1. Marende BE. No. 701: 1 Tu Ho do au marpadan Es=Do
(Pangoli dohot Oroan ro tu Langgatan)

1.       Tu Ho do au marpadan, o Jesus Tuhanki,
Asa burju haposan au di adopan-Mi,
Sai Ho ma mandongani au di ulaonki,
Ajari, pargogoi ma au di dalanki.

              10.   Tanda kasih (Tukar Cincin):

         Calon Pangoli :          Jalo ma cincin on,
Songon tanda holongku na so muba tu ho.

         Calon Oroan :             Jalo ma cincin on,
Songon tanda holongku na so muba tu ho.

(dung sidung tukar cincing, Pangoli dohot Oroan hundul)

             11.   Koor/VG/Solo:



12. Marende BE. No. 766: 1 Padan na Uli As=Do

Padan na uli “Ho ndang hulupahon”
Ndang pola mabiar au di ngolungki.
Nang pe holom do dalan siboluson ro do hatiuron sian langit i.
“Ho tung so huhalupahon,  Au do manogihon, Au do mangondihon.
Ho tung so huhalupahon, Au do margogoihon pos ma rohami

13. Jamita :


Asa na umbege hatangki jala diulahon, sipatudoson ma i tu halak na marroha, na paulihon bagasna diatas batu mamak. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius 7: 24).

Kita jatuh cinta bukan karena menemukan orang yang sempurna, melainkan karena kita melihat kesempurnaan pada orang yang tidak sempurna. Dan Martumpol adalah mengatakan aku bisa bersamamu, dan betapa aku tak bisa tanpamu. Maka inilah janjiku padamu!
Jika kita perhatikan sebuah bangunan, maka bagian-bagian yang terpenting dari bangunan itu sendiri pada umumnya tidak terlihat oleh mata kita. Karena tidak terlihat maka sering kali kita tidak atau kurang memperhatikannya.
Tetapi seorang perancang dan pembangunan sebuah bangunan, sang arsitek bangunan, pasti sangat memperhatikan dan memperhitungkan apa yang menjadi bagian yang tak terlihat oleh mata dan yang umumnya tidak diperhatikan oleh banyak orang.
Di sini saya berbicara mengenai fondasi bangunan. Fondasi bangunan itu haruslah dalam, kokoh dan solid. Untuk mendapatkan sebuah fondasi bangunan yang kokoh dan solid itu diperlukan waktu dan perencanaan yang matang, dan kerja keras yang tidak biasa-biasa saja.
Seorang pembangun yang bijaksana akan berpikiran jauh ke depan. Ia menyediakan waktu untuk merencanakan segala sesuatunya dengan tepat, bahkan sebelum bangunan itu selesai bangunan ia sudah dapat melihat dalam pikirannya akan seperti apa bangunan yang sedang dibangun itu.
Di dalam pikiran seorang pembangun yang bijaksana, ia tidak hanya berpikir tentang rumah yang akan dibangunnya tetapi juga berpikir mengenai orang-orang yang akan tinggal dalam rumah tersebut.
Ia juga melihat pentingnya rumah tersebut kokoh dari terpaan angin dan hujan yang lebat. Sehingga rumah itu menjadi tempat berteduh yang nyaman dan aman bagi mereka yang tinggal di dalamnya.
Selain itu, seorang yang bijaksana akan menggunakan bahan-bahan yang terbaik supaya hasilnya optimal sesuai dengan apa yang dicita-citakan.
Tetapi sebaliknya, seorang pembangun yang bodoh, ia tidak peduli atau menaruh perhatian penting pada kualitas bahan-bahan yang dipergunakannya. Ia tidak mengarahkan pandangannya ke masa depan. Sehingga kualitas bangunan yang dibangunnya juga jelek. Ia juga tidak peduli dengan orang-orang yang akan tinggal di dalam rumah itu apakah mereka dapat berteduh dari terpaan angin atau hujan.
Yang ada dalam pikirannya ialah bagaimana bangunan itu dibangun semurah mungkin dan secepat mungkin. Tidak peduli apakah rumah itu nantinya kokoh atau rapuh.
MEMBANGUN HIDUP PERKAWINAN SAMA HALNYA DENGAN MEMBANGUN SEBUAH RUMAH
Tidak selesai dibangun dalam satu malam. Tidak ada kehidupan perkawinan yang selesai dibangun dalam satu malam. Bangunan perkawinan kalian tidak selesai dibangun hanya pada hari MARTUMPOL DAN PADA PAMASUMASUON ATAU MANJALO MANGALEHON ADAT MARGA HUTAJULU DENGAN MARHGA SILAEN MARHULA BORU MARDONGAN SAHUTA.
Harus jauh memandang ke depan sebab perkawinan harus tetap dipelihara sepanjang kehidupan bersama. Setiap pasangan memasuki hidup perkawinannya dengan harapan yang besar dan mimpi-mimpi yang indah, tetapi banyak dari pasangan tersebut yang menempatkan dan meletakkan dasar harapan dan impiannya itu pada dasar atau fondasi yang lemah. Sehingga banyak pernikahan yang kandas di tengah jalan. Oleh sebab itu, setiap keluarga membutuhkan fondasi yang kokoh dari hidup perkawinan yang dimasuki dan dijalaninya.
“BATU-BATU KARANG” APA SAJA YANG PERLU ADA DALAM SEBUAH PERNIKAHAN YANG UTUH?
1.         Kesetiaan. Kesetiaan kita pada pasangan hidup kita tidak hanya secara fisik tetapi juga secara hati kita. Sebab jika tidak demikian perkawinan akan berada di jurang kehancuran. Perselingkuhan salah satu faktornya ialah karena tidak adanya kesetiaan pada pasangan hidup yang telah Tuhan berikan kepada kita.
2.         Saling percaya. Sikap saling percaya merupakan hal penting bagi sebuah perkawinan yang kokoh. Kita mempercayai pasangan hidup kita sepanjang perjalanan hidup perkawinan yang kita jalani bersama. Tanpa adanya sikap saling percaya pada pasangan hidup kita akan sangat sulit bagi kita untuk membangun sebuah keluarga yang kokoh. Jika semua saling curiga satu terhadap yang lain akan sulit bagi pasangan hidup kita untuk mengembangkan dirinya. Rasa tidak dipercayai akan menyakitkan dan melukai perasaan pasangan hidup kita. Oleh sebab itu, kembangkan rasa percaya di antara kalian dan jaga kepercayan pasangan kalian jangan mengecewakannya.
3.         Kelemahlembutan. Sikap lemah-lembuh bukanlah sikap yang lemah. Tetapi justru sebaliknya, sebuah sikap yang memperlihatkan kepribadian dan kematangan diri yang dewasa. Orang yang lemah lembuh adalah orang yang dapat mengontrol dan menguasai dirinya dengan baik, ketika mengungkapkan segala hal yang menjadi perasaan dalam dirinya. Orang yang lemah lembut tidak akan menyakiti pasangan hidupnya. Orang yang lemah lembuh menjaga penuh kepercayaan pasangan hidupnya kepada dirinya. Orang yang lemah lembut adalah orang yang dapat memaafkan kesalahan yang dibuat pasangan hidupnya. Oleh sebab itulah, Yesus pernah berkata bahwa orang yang lemah lembut akan menguasai bumi.
4.         Komunikasi. Perkawinan yang baik menuntut adanya kedalaman hubungan yang hangat antara suami dan istri.  Setiap kali kita tidak menaruh perhatian pada apa yang dikatakan pasangan hidup kita, kita mengirimkan pesan kepada mereka bahwa kita tidak menghargai pasangan hidup kita. Orang bijak memonopoli mendengarkan sedangkan orang bodoh menguasai percakapan.
5.         Penerimaan. Penerimaan yang utuh dan sungguh-sungguh pada pasangan hidup kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya merupakan bentuk cinta yang sejati. Semakin lama kita bersama orang yang kita cintai semakin kita mengenal kelebihan dan kekurangannya. Di sini kemampuan kita menerima pasangan kita apa adanya dan menolongnya untuk semakin mengurangi kelemahannya merupakan prasyarat bagi sebuah perkawinan yang sehat dan membahagiakan.
6.         Iman kepada Allah. Sebuah keluarga kristen belum dapat dikatakan sebagai keluarga kristen yang seutuhnya apabila belum menyediakan tempat dalam kehidupan mereka kehadiran Allah yang menuntun kehidupan mereka dan pertumbuhan rohani yang baik bagi setiap anggota keluarga yang ada di dalamnya.
7.         Kasih. Kasih adalah semen/lem yang merekatkan keenam batu karang tersebut di atas. Kasih merupakan dasar pengikat bagi kita untuk hidup bersama, berjalan bersama dan menikmati bersama kehidupan dengan pasangan hidup yang Tuhan berikan. Kita mengasihi pasangan kita tidak hanya dengan kata-kata tetapi yang terutama ialah dengan perbuatan nyata kita sehari-hari. Satu perbuatan yang penuh kasih jauh bernilai dibandingkan seribu kata cinta yang kita ucapkan pada pasangan hidup kita.
Hari ini, SAHALA HUTAJULU DAN MOPO BORU SILAEN memulai upaya mereka untuk membangun sebuah rumah perkawinan yang baik dan membahagiakan mereka. Tetapi perlu diingat bahwa perkawinan yang baik dan membahagiakan tidak dapat dibangun dalam satu malam. Itu membutuhkan pergumulan bersama, komitmen bersama untuk meraih masa depan bersama. Sebab CINTA BUKAN BERARTI CUMA SALING MEMANDANG, TETAPI TERUTAMA MENATAP KE TUJUAN YANG SAMA.

Bagi calon pengantin, pengantin  suami dan istri perkawinan adalah komitmen yang utuh dari pribadi yang utuh bagi kehidupan bersama yang utuh. Amin.


14. Marende BE. No. 706: 1... Godang ni pasupasu i  F=Do
(Pelean tu Huria dohot Sosial Huria)

1.       Godang ni pasupasu i dilehon Tuhanki
Tarlobi asiasi-Mi marhite Anak-Mi
Ref.:    Jalo ma pujianki, Jesus Sipalua i
Boi au bongot tu Surgo i, marnida hasangapon-Mi

2.       Tondong nang aleale i palashon rohangki
Alai na ummuli i boi au anak-Mi.
Ref.:    Jalo ma pujianki, Jesus Sipalua i
Boi au bongot tu Surgo i, marnida hasangapon-Mi

------- musik -------

3.       Ndang dung mansohot basa-Mi saleleng ngolungki
Ho ma tongtong pujionki sangap di goar-Mi.
Ref.:    Jalo ma pujianki, Jesus Sipalua i
Boi au bongot tu Surgo i, marnida hasangapon-Mi

15. Tangiang Panutup (jongjong)
      
III. Mandok Hata:

             1.       Sian Paranak
  1.    Sian Parboru

IV.  Masijalangan (Calon Pangoli Oroan jongjong di jolo)

Jumat, 06 September 2019

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA

HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

“HINDARI HUBUNGAN SEKS SEBELUM PERKAWINAN”

(Ulangan 22: 13-30)

Jumat, 6 September 2019 Pukul 19.30 WIB
















1.  Bernyanyi BN. HKBP No. 24: 1-2 Lawatlah Tuhan BL. 59 As=Do

Lawatlah Tuhan, kami umatmu.
Kami mau memuji Tuhan, kar’na kasih dan rahmat-Mu.
Lawatlah Tuhan, kami umat-Mu.

            Kasihanilah, kami yang sesat,
            Kaulah Yesus pertolongan, yang memb’ri keselamatan
Kasihanilah, kami yang sesat.

2.  AGENDA

3.  Bernyanyi BN. HKBP No. 18: 2 Bukalah pintu gerbang-Nya BL.84  C=Do

2. Aku datang ya Tuhanku, lihat akau hamba-Mu
Dalam rumah-Mu Tuhanku, kami t’rima berkat-Mu
Tinggallah di hatiku, jadi rumah bagimu

4. Pembacaan Nats: Ulangan 22: 13-30 (P: Pemimpin – R: Remaja)

P:      "Apabila seseorang mengambil isteri dan setelah menghampiri perempuan itu, menjadi benci kepadanya,
R:      menuduhkan kepadanya perbuatan yang kurang senonoh dan membusukkan namanya dengan berkata: Perempuan ini kuambil menjadi isteriku, tetapi ketika ia kuhampiri, tidak ada kudapati padanya tanda-tanda keperawanan
P:      maka haruslah ayah dan ibu gadis itu memperlihatkan tanda-tanda keperawanan gadis itu kepada para tua-tua kota di pintu gerbang.
R:      Dan ayah si gadis haruslah berkata kepada para tua-tua itu: Aku telah memberikan anakku kepada laki-laki ini menjadi isterinya, lalu ia menjadi benci kepadanya,
P:      dan ketahuilah, ia menuduhkan perbuatan yang kurang senonoh dengan berkata: Tidak ada kudapati tanda-tanda keperawanan pada anakmu. Tetapi inilah tanda-tanda keperawanan anakku itu. Lalu haruslah mereka membentangkan kain itu di depan para tua-tua kota.
R:      Maka haruslah para tua-tua kota itu mengambil laki-laki itu, menghajar dia,
P:      mendenda dia seratus syikal perak dan memberikan perak itu kepada ayah si gadis -- karena laki-laki itu telah membusukkan nama seorang perawan Israel. Perempuan itu haruslah tetap menjadi isterinya; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi.
R:      Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis,
P:      maka haruslah si gadis dibawa ke luar ke depan pintu rumah ayahnya, dan orang-orang sekotanya haruslah melempari dia dengan batu, sehingga mati -- sebab dia telah menodai orang Israel dengan bersundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
R:      Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.
P:      Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan -- jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia,
R:      maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
P:      Tetapi jikalau di padang laki-laki itu bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu tidur dengan dia, maka hanyalah laki-laki yang tidur dengan gadis itu yang harus mati,
R:      tetapi gadis itu janganlah kauapa-apakan. Gadis itu tidak ada dosanya yang sepadan dengan hukuman mati, sebab perkara ini sama dengan perkara seseorang yang menyerang sesamanya manusia dan membunuhnya.
P:      Sebab laki-laki itu bertemu dengan dia di padang; walaupun gadis yang bertunangan itu berteriak-teriak, tetapi tidak ada yang datang menolongnya.
R:      Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan
P:      maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi. Seorang laki-laki janganlah mengambil isteri ayahnya dan jangan menyingkapkan punca kain ayahnya."

5.  Penjelasan
HINDARI HUBUNGAN SEKS SEBELUM PERKAWINAN

62,7% Remaja Indonesia Sudah Tidak Perawan (Versi KPAI). Kabag Evaluasi dan Monitoring Kesejahteraan Keluarga (Kesra) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Falahi mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 62,7 persen remaja tidak perawan lagi. Hal ini disampaikan Falahi pada acara Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja, Senin (12/11/12) di Hotel Bumi Asih, Palembang. Menurutnya, hasil penelitian tahun 2008 tersebut menyebutkan bahwa dari 4.726 responden siswa SMP/SMA di 17 kota besar menunjukkan bahwa 62,7 persen tidak perawan, 21,2 persen mengaku pernah melakukan aborsi. "Perilaku seks bebas pada remaja tersebut tersebar terjadi di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin.” Untuk mengantisipasi kenyataan tersebut agar tidak menjadi lebih parah maka perlu adanya penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja. Kesehatan reproduksi lanjutnya, sering kali dikaitkan dengan isu gender dan kesehatan perempuan karena, perempuan mempunyai kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi khusus sehubungan dengan kodratnya. "Perempuan sering ditempatkan dalam posisi yang terpinggirkan, karena didominasi laki-laki bahkan seringkali  tidak memperoleh haknya untuk mencapai derajat yang ideal." Karena sifat kodrati dalam diri perempuan itu tambahnya seperti hamil, melahirkan dan menyusui. Ini udah hasil survey lembaga negara yaitu KPAI jadi menurut kita survei ini sudah benar-benar kredibel.
(https://www.kaskus.co.id/thread/5aa60f5ad675d46d798b4573/627-remaja-indonesia-sudah-tidak-perawan-versi-kpai/)
Hasil survei ini memberi gambaran betapa rusak moral generasi muda kita karena sudah tidak lagi menghargai kesakralan lembaga perkawinan dan diri mereka sendiri. Kaum muda tidak lagi menyadari dampak buruk yang akan dialami jika melakukan seks diluar perkawinan. Misalnya, yang wanita bisa hamil, aborsi, lalu dikeluarkan dari sekolah atau kampus, dan akhirya menjadi  Pekerja Seks Komersial (PSK), tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau penyakit kelamin, dan yang lebih parah adalah hilangnya kepercayaan diri yang akan menyebabkan kebencian terhadap diri sendiri atau hilangnya kepercayaan terhadap lawan jenis.
Masalah hubungan seks pra perkawinan yang semakin hari semakin marak ini sudah menjadi masalah kita bersama. Untuk menekan penigkatan dosa seks pra perkawinan ini kita harus tahu kenapa kaum muda menjadi begitu gampang terjerumus  ke masalah ini, sehingga kita bisa membantu mereka agar tetap menghargai dan menjaga kekudusan hidup mereka.
Generasi sekarang ini lebih cepat mengalami pubertas.  Dulu remaja putri mendapatkan menstruasi pertama kali di usia 15-16 tahun, tapi kini rata-rata pada usia 10-11 tahun. Hal ini terjadi karena faktor gizi.
Ada trend melakukan perkawinan di usia matang. Mereka yang tinggal di kota banyak yang memegang filosofi, akan kawin, jika perekomonian mereka sudah sangat mapan. Ini bisa menjadi jebakan, karena sebelum sampai ke tahap ini, mereka sudah terjerumus ke seks pra perkawinan.
Semakin marak dan mudahnya mendapatkan informasi seputar hubungan seks.  Kaum muda bisa dengan mudahnya mendapatkan informasi seputar seks melalui novel, majalah, VCD porno, internet, games dan berbagai sumber lainya.  Informasi dan iklan yang disajikan oleh berbagai media cetak dan elektronika pun berpotensi  membuat kaum muda jatuh ke dalam dosa seks pra perkawinan. Karena itu setiap orang harus mengawasi bacaan atau tontonan yang dikosumsi, dan menjaga diri dari pengaruh obat-obat terlarang. Membekali mereka dengan pendidikan seks dari rumah, dari gereja, yang tentu lebih sehat. Ajak mereka berbicara tentang cara pacaran yang sehat, memilih teman, paparkan resiko dari seks pra perkawinan, harus diberi penjelasan bahwa perkawinan adalah recana Allah yang mulia. (Band. Kej.2:24).
Nilai-nilai moral agama mulai digeser dan digantikan dengan hal-hal lainnya, misalnya trend dan tekhologi. Jika mereka sejak dini dididik di dalam terang firman TUHAN, maka firman itu akan menjadi pagar yang kuat bagi hidup mereka.
Kurangnya pengawasan dan kasih sayang dari orang tua juga alasan membuat kaum muda terjerumus ke dalam pergaulan yang rusak. Kesibukan pekerjaan dan pelayanan menyita waktu orang tua sehingga tidak lagi sempat memperhatikan dengan siapa, anak-anak mereka bergaul. Berilah perhatian yang cukup karena itu adalah kebutuhan dasar orang muda. "Zaman tidak semakin baik, harus membentengi diri kita dengan iman dan penguasaan diri yang baik".

6. Diskusi

6.1. Bagaimana Pendapatmu dengan topik bahasan kita bulan ini?

6.2. Apa yang harus kamu lakukan sekarang untuk membentengi dirimu?


7.  Bernyanyi BN. HKBP No. 25: 1 Firman-Mu Tuhan Allahku BL.181 Es=Do

Firman-Mu Tuhan Allahku, tak ternilai bagiku.
Kujadikan peganganku, di tiap langkah hidupku.
Kalau bukan Firman Tuhan, dasar iman umat-Mu.
Apakah dasar yang kuat, selain firman Tuhanku.

8. Doa Syafaat

9. Bernyanyi BN. HKBP No. 15: 1-2 Andai ‘ku punya suara indah BL.103 F=Do (Persembahan)

Andai ‘ku punya suara indah, seribukali suaraku.
Aku bermazmur sangat indah, dari seluruh jiwaku.
Hatiku sangat bergemar, memuji karya cipta-Mu.

            Andaikan suaraku menjangkau semua alam ciptaan-Mu.
            Akan ‘ku ajak semua makhluk nyanyikan kidung bagi-Mu.
            Hendaklah jiwa ragaku, memuji Tuhan Allahku.

10. Doa Bapa Kami - Berkat

RENUNGAN MINGGU XII SETELAH TRINITATIS, 8 SEPTEMBER 2019

Hikmat 

Membawa Kita Kepada Kehidupan

(Amsal 8:12-21)





Hikmat, kepintaran, kecerdasan dan pengertian adalah suatu yang saling berkaitan satu dengan yang lain dalam kehidupan seseorang yang merujuk kepada kemampuan seseorang dalam hal bertindak, memahami segala apa yang tengah dia hadapi, memahami dan mencermati setiap kecenderungan/isu yang tengah berkembang. Dengan hikmat dan pengetahuan dia akan mampu berbuat apa yang terbaik. Dengan memiliki hikmat dan pengertian seseorang akan mampu menegakkan kebenaran hukum dan keadilan (bagi penegak hukum dan keadilan); akan mampu memikirkan kesejahteraan, keamanan dan ketenteraman rakyatnya (bagi para pemimpin bangsa); menghadirkan syalom/sejahtera dari Tuhan dan membangun pengharapan dan sukacita bagi umat yang dilayaninya (bagi pelayan-pelayan gereja); mampu memberikan pengarahan dan pengajaran moral, etika, perilaku (buat para pendidik); menghantar anak-anaknya mengenal firman dan apa yang berkenan di hadapan Allah (bagi para orang tua) Orang yang berkhikmat adalah mereka yang mampu mempergunakan kecerdasan emosional, intelektualnya untuk sebuah nilai yang positif yang berdampak bagi kehidupan orang banyak, mengapa? Sebab banyak orang pintar, orang kaya, para pempimpin tidak mempergunakan kesempatan yang dimilikinya untuk membangun orang di sekitarnya, hanya fokus untuk kepentingan dirinya.

Hikmat (khoh^mah (ibrani); Sophia (Yunani); Kebijaksanaan, Pengetahuan/pengertian, dan hal ini selalu dikaitkan dengan hikmat Salomo yang dimilikinya dari Tuhan (Salomo meminta hikmat dari Tuhan supaya dimampukan memimpin bangsa Israel yang besar 1 Raja 3:5-17). Dalam pemahaman Alkitab Takut akan Tuhan adalah merupakan landasan dari hikmat (Ams 1:7; 9:10); takut akan Tuhan yang disamakan dengan membenci ketidakadilan (8:13). Kata hikmat (khoh^mah) ada tercacat 222 kali disebutkan, dan dianggap salah satu sifat tertinggi di antara orang Israel bersama dengan kebaikan (khesed) ataupun keadilan (tsadikh).


Hikmat dalam perikop ini ditujukan kepada Kristus yang di dalam Dia tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Hikmat itu adalah Kristus sendiri yang dinyatakan dalam Firman dalam hati kita, tetapi bukan saja hanya dinyatakan dalam hati tetapi juga Kristus yang dinyatakan dalam diri kita. Hikmat itu adalah Firman Allah yang mencakup seluruh wahyu/pernyataan ilahi. Hikmat Ilahi yang memenuhi segala kahidupan manusia (ay.12 ”Aku Hikmat, tinggal bersama kecerdasan/tinggal bersama dengan kebijaksanaan”). Hikmat orang bijaksana mengerti akan jalannya sendiri, apa dan bagaimana dia berbuat segala kebaikan, bagaimana ia dapat bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Hikmat adalah Kristus sendiri, Ia tinggal bersama dengan kebijaksaan, sebab seluruh apa yang Kristus kerjakan adalah merupakan hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia dan di dalamNya Allah melimpahkan kepada kita segala hikmat dan pengertian.

Hikmat Allah memenuhi hati dan kehidupan manusia dengan segala kebaikan dan mengandung rasa takut akan Tuhan; membenci segala kejahatan, membenci dosa dan ketidakbenaran/dusta. Di mana kita menemukan rasa hormat/ takut akan Tuhan, di sana ada rasa ngeri terhadap dosa. Dengan hikmat para pembesar/pemimpin umatnya untuk hidup dalam keamanan dan kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran. Memiliki Hikmat akan memiliki segala kehormatan dan kekayaan melebihi emas dan perak. Untuk itu marilah kita mencari hikmat itu di dalam Yesus yang adalah Hikmat itu sendiri, sebab bagi mereka yang senantiasa mencari hikmat, dan memberikan hidupnya di dalam pimpinan dan tuntunan Hikmat itu sendiri, maka hidupnya akan berharga di hadapan sesama manusia dan di hadapan Allah. Selamat hari Minggu. Amin. (HS)

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...