Tampilkan postingan dengan label Seksi Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seksi Remaja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 November 2021

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA Jumat, 19 November 2021

 PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA

HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

DISTRIK XIX BEKASI

Jumat, 19 November 2021


“ARTI PERSEMBAHAN DALAM IBADAH”

 





1.  Menyanyi BN HKBP No. 815: 1-2 Indahnya Saat yang Teduh D=Do 6/8

 

1.       Indahnya saat yang teduh, di hadirat-Nya yang kudus

Bapaku setia s’lalu, Dia t’rima permohonanku

Dikala susah dan resah, jiwaku dihiburkan-Nya

‘Ku bebas dari cobaan, saat berdoa pada-Nya

 

2.       Indahnya saat yang teduh, senang, bahagia hidupku

Hatiku rindu selalu, berdoa saat yang teduh

Bersama umat yang kudus, ‘ku ingin lihat wajah-Mu

Tuhanku Yesus Penebus, di dalam doa yang teduh

 

2.  Doa Pembuka (A. XX/ B. 8; D. XX/ 75) Ayat Harian Almanak HKBP:

 

Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. (On do hiras ni rohanta maradophon Ibana: Molo tapangido manang aha marguru tu lomo ni rohana, tangihononna do hita.) 1 Yohanes 5: 14

 

3.  Pembacaan Nats:

 

Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. (Kejadian  8:21).

 

“ARTI PERSEMBAHAN DALAM IBADAH”

 

Nuh mendirikan mezbah memberikan persembahan bagi TUHAN, setelah semua rombongannya keluar dari bahtera bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya. Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu.

Satu di antara bentuk pengungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan Allah sumber segala berkat, adalah memberi persembahan. Ketika kita memberi persembahan, maka pemberian itu harus dilandasi dengan ketulusan dan kejujuran. Dengan memahami bahwa kita memberi persembahan, sebagai wujud syukur dan sukacita kita atas kasih, anugerah dan berkat Tuhan yang sudah Dia berikan dalam hidup kita. Ini menunjukkan bahwa kita tidak melupakan Tuhan sebagai pemberi berkat. Ada contoh awal memberi persembahan, yaitu: “Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu.” (Kejadian 4: 3-4). Persembahan sesuai dengan bentuk pendapatan masing-masing.

 

Pada kitab Ulangan 26:1-11, menyatakan tentang salah satu ketetapan Tuhan Allah bagi kehidupan umat-Nya Israel, ketika mereka telah masuk dan tinggal di negeri yang dijanjikan Allah yaitu Kanaan. Melalui Musa, Tuhan Allah mengingatkan umat-Nya Israel, untuk mempersembahkan hasil pertama (buah bungaran) dari segala usaha mereka. Perintah atau ketetapan Allah ini, bukan untuk kepentingan Allah, tetapi lebih dipahami sebagai bentuk pengucapan syukur kepada Allah atas kemurahan-Nya yang besar, yang telah membebaskan, menuntun dan menyertai umat-Nya keluar dari tanah Mesir dalam masa pengembaraan di padang gurun bahkan ketika diperkenankan Tuhan untuk masuk di tanah Kanaan. Umat juga hendak diarahkan untuk memahami bahwa Allah adalah pemberi hidup, Dialah yang menganugerahkan segala yang diperlukan, sehingga ketika umat mempersembahkan hasil pertama mereka di tanah yang diberikan Tuhan Allah kepada mereka, itu merupakan milik Allah, juga sebagai tanda bahwa hanya karena kemurahan dan kebaikan Allah, mereka ada di negeri yang telah dijanjikan oleh Allah.

 

Karena itu, Allah juga menetapkan bagaimana seharusnya persembahan itu diberikan. Persembahan itu harus ditaruh di dalam bakul, kemudian bakul itu diserahkan kepada Imam, menunjukkan bahwa Israel telah memiliki negeri itu sesuai dengan janji Allah. Sesudah itu, ada ungkapan doa yang isinya hendak mengingatkan kembali karya-karya agung Allah, yang berkenan membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir, bahkan yang telah menunjukkan kasih setia-Nya dan rahmat-Nya yang besar, sehingga umat Israel memasuki negeri Kanaan yang berlimpah susu dan madunya dengan selamat. Kebaikan-kebaikan Allah yang besar ini, menjadi perenungan bagi umat Israel, yang harus diwujudkan dalam bentuk pemberian persembahan kepada Allah.

Wujud dari ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan Allah yang hidup, adalah ketika dengan penuh ketulusan dan kejujuran, kita melakukan segala yang dikehendaki oleh Allah. Allah sendiri yang memberikan aturan atau ketetapan-Nya kepada umat Israel untuk memberikan persembahan dari hasil pertama usaha mereka di negeri yang diberikan oleh Tuhan Allah. Dengan terus mengingat karya selamat Allah dalam perjalanan dan perjuangan hidup umat.

 

Demikian juga dengan kita sebagai gereja Tuhan, kita belajar dari kehidupan umat Israel di masa lampau. Dalam perjalanan hidup kita, ada banyak bahkan tak terhitung berkat Tuhan, kebaikan Tuhan, kemurahan-Nya dan anugerah-Nya kita terima dan alami. Sehingga sangatlah beralasan apabila kita terpanggil untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki sebagai persembahan bagi Tuhan. Kita memberikannya berupa persembahan syukur HUT, persepuluhan atau persembahan Pesta Panen, atau persembahan-persembahan syukur lainnya.

 

Pesta Gotilon (Panen atau menuai) telah menjadi salah satu tradisi di gereja HKBP atau barangkali di gereja-gereja lain juga, dilakukan sekali setahun. Sejak awal para misionaris hingga berdirinya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), telah menggiatkan pesta gotilon sebagai salah satu pesta gereja tahunan, yang dilakukan setelah selesai panen. Makna yang ditanamkan untuk mensyukuri hasil panen yang dipercaya sebagai berkat Tuhan. Jemaat kaum ibu dihimbau untuk membawa serta hasil tanamannya terutama hasil dari sawah atau ladang berupa beras atau padi, buah-buahan, lampet atau sagusagu (kue tradisional batak terbuat dari tepung beras). Biasanya itu dibawa dalam tandok (sumpit tradisonal Batak). Lampet atau sagusagu dimakan bersama oleh seluruh warga jemaat yang hadir setelah kebaktian Minggu. Sedangkan beras atau padi itu disimpan dalam lumbung gereja atau dijadikan dalam bentuk uang. Kaum bapak dan Naposobulung (pemuda-pemudi) membawa persembahannya berupa uang yang dimasukkan dalam amplop. Semua persembahan diperuntukkan untuk dana keperluan operasional gereja. Tradisi ini hingga sekarang masih terus dipertahankan oleh HKBP, baik yang berada di daerah perantauan perkotaan di mana warga jemaatnya tidak lagi hidup dari hasil pertanian. Pesta Goliton terinspirasi oleh tradisi keagamaan umat Israel dalam kitab Keluaran 23: 10-19 memerintahkan tiga macam perayaan (ayat 10-12): tentang tahun Sabat dan hari Sabat. (ayat 15) tentang hari raya Roti Tidak Beragi. (ayat 16) tentang hari raya menuai (Pesta Gotilon). Dalam perayaan Pesta Gotilon, semua umat Israel datang menghadap Tuhan (Kel. 23:17) dan membawa yang terbaik dari buah bungaran (yang pertama keluar) hasil tanah (Kel. 23: 19). Pesta Gotilon ini biasa juga disebut Pesta Pentakosta (ke-50) karena dirayakan 50 hari sesudah hari raya Roti Tidak Beragi. Hari raya Roti Tidak Beragi dirayakan untuk memperingati keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir yang biasa disebut Paskah. Dalam perayaan Kristen saat ini, maka Pesta Gotilon sama dengan peringatan Turunnya Roh Kudus yang sering kita sebut hari Pentakosta, yang kemudian dipadu dengan budaya Batak, berupa pesta tahunan masyarakat Batak sehabis panen yang di maulai dengan mendoakan benih yang akan ditanam. Bagi umat Kristiani sekarang ini Pesta Gotilon dimaknai sebagai kesadaran bahwa begitu besar kasih karunia Tuhan, maka wajib disyukuri. Kesadaran saling membantu, saling tolong menolong, setiap anggota jemaat sesuai dengan talenta dan berkatnya masing-masing menopang seluruh pelayanan dan program kerja gereja untuk berjalan dengan baik. (bandingkan Galatia 6: 2).

 

Tuhanlah pemberi hidup, sukacita dan berkat. Bahkan ketika kita memberi dengan penuh sukacita, maka sesungguhnya tidak ada yang hilang atau yang berkurang dalam hidup kita, justru kita semakin kaya di dalam iman kepada Allah sumber segala berkat. Dengan demikian, ketika kita memberi persembahan, itu bukanlah beban, melainkan wujud tanggung jawab iman kita kepada Allah, karena Dialah yang telah mencurahkan berkat lewat usaha, kerja bahkan pelayanan kita. Sehingga yang terbaik dari hidup kitalah yang harus kita persembahkan. Amin.

 

5. Diskusi

 

5.1. Apakah Anda seseorang yang telaten dengan secara khusus mempersiapkan persembahan sejak jauh-jauh hari?

52. Bagaimana pengalamanmu ketika memberi persembahan, di tempat duduk atau ke depan Altar?

 

6.  Menyanyi BN HKBP No. 223: 1 ‘Ku Sembah Kau Tuhan As=Do 4/4

 

1.         ‘Ku sembah kau Tuhan, dengarkanlah. Nyatakan padaku, kehendak-Mu.

Kiranya kasihku, bertambah pada-Mu. Makin teguh, setiaku.

 

7.   Doa Syafaat

 

8.  Menyanyi BN HKBP No. 714: 1-2 Tuhan Kau Gembala Kami Es=Do 4/4 (Persembahan)

 

1.    Tuhan Kau gembala kami, pimpin kami domba-Mu.

B’rilah kami hati damai, menikmati rahmat-Mu.

Reff.:              Tuhan Yesus Jurus’lamat, gembalakan umat-Mu

                      Tuhan Yesus Jurus’lamat, gembalakan umat-Mu

 

2.     Tuhan gembala setia, sobat agung terdekat,

Jauhkanlah pencobaan, bawa orang yang sesat.

Reff.:              Tuhan Yesus Jurus’lamat, gembalakan umat-Mu

                      Tuhan Yesus Jurus’lamat, gembalakan umat-Mu.

 

9. Doa Bapa Kami - Berkat

Jumat, 24 September 2021

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA “CITA-CITA REMAJA KRISTEN”

 

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA

HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

DISTRIK XIX BEKASI

Jumat, 17 September 2021

 


“CITA-CITA REMAJA KRISTEN”

 

1.  Bernyanyi BN. HKBP No. 4: 1-2 Sekarang B’ri Syukur (BL 148) F=Do 4/4

 

1.  Sekarang b’ri syukur, kepada Tuhan Allah

Raja dan Khalikmu, seluruh jagad raya

Roh, tubuh, jwamu, muliakan nama-Nya

Berkat-Nya bagimu kekal selamanya

 

2.    Tuhan Allah memb’ri, anak-Nya Yesus Kristus

Kasih-Nya tak terp’ri, wujud-Nya dalam Kristus

Manusia ditebus, dengan darah kudus

Oleh-Nya kita pun, bersyukurlah terus

 

2.  Doa Pembuka (A. XV/ A. 23; D. XIII/ 47)

 

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya. (Amsal 16: 9)

3.  Pembacaan Nats: (Yakobus 4: 13-15)

 

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

 

“CITA-CITA REMAJA KRISTEN”

 

Dari sejak kecil hampir setiap orang diajari untuk memiliki cita-cita. Masih ingatkah sewaktu guru, orang tua, kakak, dan teman bertanya tentang apa yang menjadi cita-cita dan harapan atau impian kita?

Cita-cita atau impian jenis ini bukanlah mimpi sebagai “kembang tidur”, tetapi mimpi yang di dalamnya berisikan cita-cita dan kerinduan untuk menggapai sesuatu, yang terkadang sulit dipahami oleh akal sehat kita.  bermimpi di sini artinya berpikir besar mencita-citakan hal-hal yang besar dan hebat dengan memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri. Segala sesuatu, apa saja yang berhasil diwujudkan oleh seseorang, berawal dari mimpi, cita-cita, angan-angan, yang ditanamkan Tuhan dalam hati dan pikirannya, yang terjadi bukan tanpa rintangan atau masalah. Jika masalah atau hambatan datang, jangan menunjukkan reaksi yang negatif:  misalnya mengeluh, frustasi, marah, kecewa dan putus asa, tetapi tetap semangat karena selalu ada jalan menuju Roma. 

 

Namun, ketika besar ada juga orang mendapat pekerjaannya di bidang yang berbeda dari cita-citanya. Ada orang sempat bercita-cita menjadi insinyur atau ahli Teknik atau menjadi seorang tentara. Tidak terpikir sama sekali kalau kemudian mendapat pekerjaan yang berbeda dari semua cita-cita itu. Begitulah hidup! Rancangan manusia tidak jarang berbeda dengan rancangan Tuhan. Kalau pun demikian terjadi, kita harus bersyukur.

Demikian juga dengan rasul Paulus. Ia dilahirkan di Tarsus sebagai orang Ibrani, dididik di bawah asuhan guru Taurat Gamaliel (Kisah para Rasul 22: 3). Ia juga merupakan keturunan orang Farisi (Kisah para Rasul 22: 3). Pada mulanya Paulus bercita-cita menjalankan Taurat dengan sempurna tanpa cacat (Filipi 3: 6). Namun di kemudian hari, dalam satu perjalanan menuju kota Damsyik untuk mengejar, menangkapi, dan memenjarakan para pengikut Kristus, ia mengalami peristiwa yang mengubahkan hidupnya. Tuhan Yesus menampakkan diri dalam bentuk cahaya terang yang membutakan Paulus. Paulus pun dipanggil Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil-Nya kepada seluruh bangsa. Sejak saat itu, hidup Paulus berubah sama sekali. “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.” (Filipi 3: 7). Begitu kata Paulus.

 

Banting tulang dalam mewujudkan cita-cita, memang wajib hukumnya. Seperti pepatah mengatakan, “Berakit-rakit ke Hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Tentu banyak hal yang harus dilakukan agar cita-cita terwujud, misalnya seperti memilih sekolah yang tepat, memilih tempat les atau Bimbel yang tepat. Menggapai cita-cita tidaklah semudah membalikkan tangan.

 

Daud menjadi raja, dengan harus terlebih dahulu mengalahkan Goliat. Ketika ia berhasil mengalahkan si raksasa itu, ia sedang menapaki anak tangga baru yang lebih tinggi dalam kehidupannya.

Yusuf harus melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya:  dijual menjadi budak, difitnah dan dipenjarakan karena mimpinya yang besar.  Meski demikian, ia tetap berpegang pada visi yang diterima dari Tuhan dengan hidup seturut kehendak Tuhan, sampai saatnya Tuhan bertindak sehingga mimpi yang besar itu menjadi kenyataan dan hidup Yusuf, ia pun menjadi berkat bagi banyak orang.

Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." (Yakobus 4: 15). Apapun yang kita cita-citakan, sebanyak apapun itu, sesering apapun berganti-ganti, tetap bawalah cita-cita dan keinginanmu dalam doa pada Tuhan. Kita bisa membuat perencanaan apa pun yang sangat tinggi setinggi bintang di langit, sangat indah seindah rembulan, tetapi tetap keputusan terakhir ada di dalam tangan Tuhan. Apakah cita-cita Anda sekarang ini?

 

Apa pun cita-cita itu, tetaplah belajar mendengar dan mengikuti rancangan yang Tuhan tetapkan itu dalam hidup Anda. Bersiaplah untuk menempuh tikungan tak terduga. Rancangan yang kamu susun jika seiring dengan rancangan Tuhan, syukuri dan bersemangatlah. Jika rancangan cita-citamu yang kamu susun berbeda dengan yang Tuhan sediakan bagimu, sesuaikanlah dirimu dengan segera. Rancangan Tuhan adalah rancangan penuh damai sejahtera yang memberikan hari depan cerah yang penuh harapan. (band. Yeremia 29: 11).

Dalam kitab Mazmur 1: 1-3 dikatakan bahwa “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”. Apa saja yang diperbuatnya berhasil artinya, cita-cita kita sebagai remaja Kristen akan berhasil jika berdasarkan frman Tuhan atau bersumber dari Tuhan sendiri.

 

Sekarang, yang harus dilakukan remaja Kristen untuk menggapai masa depan yang lebih baik adalah dengan menentukan cita-citanya yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Kemudian, imani dan yakini kejar bahwa cita-cita dan harapan itu akan berhasil sesuai dengan janji Tuhan. Tuhan memberikan manusia akal dan pikiran yang dipergunakan untuk memecahkan masalah dan sebagai remaja Kristen, harus sadar bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup. (band. Roma 8: 28). Oleh karena itu apapun cita-cita kita, berdoalah meminta pertolongan Tuhan, dan kejarlah dengan semangat penuh syukur. Amin.

 

5. Diskusi

 

·       Apakah Anda seorang remaja Kristen yang sudah memiliki cita-cita yang solid. Hambatan apa yang Anda miliki, dan peluang apa yang Anda miliki hingga sekarang?

 

·       Jika kelak keadaan tidak seperti cita-citamu semula, apa persiapan Anda untuk itu?

 

6.  Menyanyi BN HKBP No. 688: 1-2 Tuhan As=Do 4/4

 

1.  Tuhan, ‘pabila tutur kataku, membuat sakit hati kawanku.

Pikiran serta perbuatanku. Ampunilah.

 

2.  Pabila salah perbuatanku, membuat sakit hati kawanku.

Sikapku melawan perintah-Mu. Ampunilah.

 

7.   Doa Syafaat

 

8. Bernyanyi BN. HKBP No. 763: 1 Bila Yesus Serta-Mu G=Do 4/4 (Persembahan)

 

1.       Bila Yesus sertamu, s’lamatlah.

Yesus yang menolongmu, s’lamatlah.

Imanmu s’makin teguh. Pengharapanmu penuh.

Yesus dalam hidupmu, s’lamatlah.

S’lamatlah jiwamu, bila Yesus sertamu s’lamatlah.

‘Kan bersinar bagimu bintang pengharapanmu,

Bila Yesus sertamu s’lamatlah.

 

9. Doa Bapa Kami - Berkat

Jumat, 13 Agustus 2021

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA JUMAT 13 AGUSTUS 2021 PUKUL 19.30 WIB



 

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA

HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

DISTRIK XIX BEKASI

Jumat, 13 Agustus 2021


 

1.  Bernyanyi BN. HKBP No. 4: 1-2 Sekarang B’ri Syukur (BL 148) F=Do 4/4

 

Sekarang b’ri syukur, kepada Tuhan Allah

Raja dan Khalikmu, seluruh jagad raya

Roh, tubuh, jwamu, muliakan nama-Nya

Berkat-Nya bagimu kekal selamanya

 

Tuhan Allah memb’ri, anak-Nya Yesus Kristus

Kasih-Nya tak terp’ri, wujud-Nya dalam Kristus

Manusia ditebus, dengan darah kudus

Oleh-Nya kita pun, bersyukurlah terus

 

2.  Doa Pembuka (A.XV/A.4 ; D.XIII/48) (St. P. br. Silitonga)

 

Sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. (Mazmur 63: 8)

 

3.  Pembacaan Nats:  2 Samuel 13: 1-17

 

Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" (2 Samuel 13:15)

 

HINDARI HUBUNGAN SEKS SEBELUM PERKAWINAN

 

Masa remaja adalah masa penting dan indah dalam kehidupan, di mana terjadi perubahan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini kaum remaja mengalami banyak perubahan, misalnya perubahan fisik, psikologis, sosial dan biologis. Perubahan ini diakibatkan mulai aktif dan berkembangnya fungsi organ reproduksi. Aktif dan berkembangnya organ reproduksi ditandai dari datangnya manstruasi pada remaja putri dan mimpi basah pada remaja laki-laki. Proses ini membuat remaja memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu yang dapat mempengaruhi perilakunya. Salah satu perilaku yang ingin dicoba adalah perilaku seks sebelum perkawinan. Perilaku seks sebelum perkawinan adalah perilaku seksual remaja yang dilakukan tanpa adanya ikatan perkawinan. Biasanya perilaku seks sebelum perkawinan sering dilakukan saat remaja berpacaran. Perilaku ini merupakan akibat dari perkembangan biologis sehingga mendorong keinginan seksualnya.

 

Maka perilaku seksual remaja merupakan masalah serius yang harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah dan masyarakat. Dalam data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 tercatat 80% wanita dan 84% pria mengaku pernah berpacaran. Kelompok umur 15-17 merupakan kelompok umur mulai pacaran pertama kali, terdapat 45% wanita dan 44% pria. Kebanyakan wanita dan pria mengaku saat berpacaran melakukan berbagai aktivitas. Aktifitas yang dilakukan seperti berpegangan tangan 64% wanita, dan 75% pria, berpelukan 17% wanita dan 33% pria, cium bibir 30% wanita dan 50% pria dan meraba/diraba 5% wanita dan 22% pria. Selain itu dilaporakan 8% pria dan 2% wanita telah melakukan hubungan seksual. Di antara wanita dan pria yang telah melakukan hubungan seksual pra perkawinan 59% wanita dan 74% pria melaporkan mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun. Presentase paling tinggi terjadi pada umur 17 tahun sebanyak 19%. Di antara remaja yang telah melakukan hubungan seksual dilaporkan 12% wanita mengalami kehamilan tidak diinginkan dan 7% dilaporkan pria melakukan penghamilan tidak diinginkan. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan dan menjadi masalah serius.

 

Di era global seperti sekarang faktor pemungkin yang mempengaruhi perilaku seksual sebelum perkawinan remaja adalah dengan adanya teknologi. Teknologi membuat remaja dengan mudah dan mengakses informasi baik meliputi media cetak, TV, internet, DVD dan media sosial. Adanya teknologi menyerbu remaja dengan mengemas sedemikian rupa sehingga aktivitas seks dianggap lumrah dan menyenangkan. Mulai dari berciuman, berpelukan, meraba organ vital dan berhubungan seks semuanya tersedia dalam berbagai media informasi. Paparan informasi ini kemudian disalahgunakan sebagai dampak dari minimnya kontrol diri dan minimnya pemahaman informasi seksualitas. Kecanggihan teknologi dan kemudahan-kemudahan yang didapat dari teknologi boleh memicu remaja melakukan perilaku seks sebelum perkawinan.

 

Hasil ini memberi gambaran ancaman kerusakan generasi muda, karena sudah tidak lagi menghargai diri mereka sendiri. Kaum muda tidak lagi menyadari dampak buruk yang akan dialami jika melakukan seks diluar perkawinan. Misalnya, yang wanita bisa hamil, aborsi, lalu dikeluarkan dari sekolah atau kampus, dan akhirya menjadi Pekerja Seks Komesil (PSK), tertular HIV atau penyakit kelamin, dan yang lebih parah adalah hilangnya kepercayaan diri yang akan menyebabkan kebencian terhadap diri sendiri atau hilangnya kepercayaan terhadap lawan jenis.

 

Masalah hubungan seks sebelum perkawinan yang semakin hari semakin marak ini sudah menjadi masalah kita bersama. Untuk menekan peningkatan dosa seks sebelum perkawinan ini kita harus tahu kenapa kaum muda menjadi begitu gampang terjerumus ke masalah ini, sehingga kita bisa membantu mereka agar tetap menghargai dan menjaga kekudusan hidup mereka.

 

Memang ada trend melakukan perkawinan di usia matang, terutama bagi mereka yang tinggal di kota karena memegang filosofi, akan kawin, jika perekomonian mereka sudah sangat mapan. Namun ini bisa menjadi jebakan, karena sebelum sampai ke tahap ini, mereka sudah terjerumus ke seks pra perkawinan.

 

Maka, para orang tua perlu mengawasi bacaan atau tontonan yang dikosumsi anak-anak. Membekali mereka dengan pendidikan seks dari rumah. Ajak mereka berbicara tentang cara pacaran yang sehat, memilih teman, paparkan resiko dari seks pra perkawinan, harus diberi penjelasan bahwa perkawinan adalah recana Allah yang mulia, maka firman itu akan menjadi pagar yang kuat bagi hidup mereka.

 

Sangat perlu adanya pengawasan atau kebijakan dari orangtua dan lingkungan sekitar untuk penyesuaian penggunaan akses teknologi sesuai umur pengguna, khususnya remaja untuk menghindari kecenderungan perilaku seks sebelum perkawinan remaja.

 

Kasih sayang dari orang tua, memberi mereka perhatian yang cukup adalah kebutuhan dasar orang muda. Zaman tidak akan semakin baik, maka harus membentengi diri kita dengan iman dan penguasaan diri yang baik. Amin.

 

 

5. Diskusi

 

·         Apakah Anda seorang remaja yang sudah mendapat kasih sayang dari orang tua, dan mendapat perhatian yang cukup?

 

·         Menurut Anda adakah cara lain atau solusi lain untuk mencegah seks para perkawinan?

 

6.  Menyanyi BN HKBP No. 719: 1 Ku Dengar Suara-Mu F=Do 4/4

 

1.         Ku dengar suara-Mu Yesus. Ku dengar suara-Mu Yesus.

Ku dengar suara-Mu Yesus, pikul salib ikutlah aku.

Reff.: Peganglah tanganku Yesus. Kuatkanlah aku Yesus.

        Tolong tunjukkan jalan-Mu. Tuhan pimpin, pimpin langkahku.

 

7.   Doa Syafaat

 

8. Bernyanyi BN. HKBP No. 763: 1 ‘Bila Yesus Serta-Mu G=Do 4/4 (Persembahan)

 

 

1.         Bila Yesus sertamu, s’lamatlah.

Yesus yang menolongmu, s’lamatlah.

Imanmu s’makin teguh. Pengharapanmu penuh.

Yesus dalam hidupmu, s’lamatlah.

S’lamatlah jiwamu, bila Yesus sertamu s’lamatlah.

‘Kan bersinar bagimu bintang pengharapanmu,

Bila Yesus sertamu s’lamatlah.

 

9. Doa Bapa Kami - Berkat

Selasa, 13 Juli 2021

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA 1 Korintus 6: 9

 

PENELAAHAN ALKITAB (PA) SEKSI REMAJA

HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE

DISTRIK XIX BEKASI

Jumat, 09 Juli 2021





SONG LEADER:  JULYTA ROMAULI SILALAHI

1.  Bernyanyi BN. HKBP No. 4: 1-2 Sekarang B’ri Syukur (BL 148) F=Do 4/4

Sekarang b’ri syukur, kepada Tuhan Allah

Raja dan Khalikmu, seluruh jagad raya

Roh, tubuh, jwamu, muliakan nama-Nya

Berkat-Nya bagimu kekal selamanya

 

Tuhan Allah memb’ri, anak-Nya Yesus Kristus

Kasih-Nya tak terp’ri, wujud-Nya dalam Kristus

Manusia ditebus, dengan darah kudus

Oleh-Nya kita pun, bersyukurlah terus

 

2.  Doa Pembuka (A.XV/A.2 ; D.XIII/42) : 2 Samuel 10: 12)

(St. P. br. Silitonga)

3. Pembacaan Nats: 1 Korintus 6: 9

ALKITAB MEMBUKTIKAN HOMOSEKSUALITAS ADALAH DOSA

 

Dalam satu diskusi seorang pemudi bertanya: "Dapatkah Pendeta menunjukkan bahwa homoseksualitas dosa?" Tidak mudah menjawab pertanyaan ini.

Satu-satunya dasar kebenaran bagi kita adalah Alkitab. Karena hanya Allah yang berhak membedakan yang baik dari yang jahat. Karena hanya Allah yang berhak menghakimi. Melalui alam semesta, Allah mengungkapkan diri-Nya dalam taraf tertentu kepada semua orang. Dalam dunia teologi, hal ini disebut wahyu umum. Dari wahyu umum, kita menilai bahwa homoseksualitas sebagai sebuah kekeliruan. Karena homoseksualitas adalah ekspresi seksualitas terhadap seseorang dengan jenis kelamin yang sama.

 

·     Di setiap tempat dan waktu terdapat pembedaan gender sesuai dengan jenis kelamin masing-masing orang. Laki-laki akan bertingkah laku sebagai pria, perempuan sebagai wanita. Walau di setiap tempat dan waktu kebutuhan atau ekspresi gender mungkin berubah. Sebagai contoh, sepatu hak tinggi di zaman pertengahan merupakan ekspresi gender kaum laki-laki, sedangkan sekarang hal itu menjadi ekspresi gender kaum perempuan. Rambut panjang, keduanya boleh memilikinya: kadangkala wanita memakai penutup kepala, sedangkan yang pria membiarkan rambutnya terbuka. Semua manusia di segala budaya dan masa, merasa ada kebutuhan untuk membedakan ekspresi gender antara laki-laki dan perempuan. Upaya kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) untuk meniadakan perbedaan ekspresi gender ini merupakan perlawanan secara sengaja mereka.

 

·     Logika sederhana menunjukkan bahwa penis bagi laki-laki dan vagina bagi Wanita bersifat saling melengkapi sebagai alat kelamin dalam berhubungan seksual bereproduksi. Penis dipenetrasikan ke dalam vagina. Poin yang sama didapatkan apabila kita melihat dari sisi reproduksi. Janin hanya bisa dihasilkan apabila sperma (dihasilkan oleh laki-laki) bertemu dengan sel telur (dihasilkan oleh perempuan). Sulit menyangkali ini. Namum kaum LGBT tetap ingin menyangkalinya.

 

 

Homoseksualitas dalam Pandangan Alkitabiah Kristen

 

LGBT adalah isu kontroversial di banyak masyarakat merupakan masalah religius dan moral karena dibahas di dalam Alkitab. Tetapi bagi beberapa orang, hal itu menjadi hak yang sama untuk mengesahkan perkawinan sesama jenis. Bagi orang Kristen tidak ada ruang untuk kekerasan, penghinaan, atau penganiayaan terhadap orang lain. Harus dengan cinta dan perhatian tulus untuk semua sesama manusia.

1.   Dalam Alkitab Perjanjian Lama

Imamat 18: 22 Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian. Hukum ini melarang "menajiskan" (Imamat 18: 24) dan disebut "kekejian" (Imamat 18: 27, 30). Orang-orang yang melanggar hukum-hukum ini harus "dipecat dari tengah-tengah bangsanya" (Imamat 18: 29). Homoseksualitas adalah pelanggaran terhadap Tuhan. 

 

Imamat 20: 13 Jikalau seorang laki-laki bersetubuh dengan laki-laki karena ia bersetubuh dengan perempuan, berarti keduanya melakukan kekejian. Mereka harus dihukum mati; Rasa bersalah darah mereka ada pada diri mereka sendiri. Hukum langsung ini memberi konsekuensi bagi tindakan homoseksual karena dilakukan di bawah pemerintahan teokrasi Israel. Hukuman untuk tindakan homoseksual adalah kematian bagi kedua pelaku. Homoseksualitas adalah dosa terhadap Tuhan yang membutuhkan hukuman mati.

 

Kejadian 19: 1-11 Sodom dan Gomora. Kejadian 18: 20-21 Tuhan menyatakan bahwa Dia akan menghancurkan Sodom dan Gomora karena "protes itu ... begitu besar dan dosa mereka begitu terang-terangan." Ketika dua malaikat pergi untuk melihat "jika mereka sesat seperti yang dikecam, "Mereka diperlakukan dengan tidak bermoral oleh semua penduduk kecuali Lot. Sesungguhnya semua orang di kota itu berusaha keras untuk memperkosa mereka. Upaya telah dilakukan untuk melihat dosa di sini hanya sebagai penghinaan, atau hubungan tidak wajar dengan malaikat.Namun teks tersebut tidak menunjukkan bahwa siapa pun di kota ini tahu bahwa mereka adalah malaikat - sebaliknya mereka disebut "manusia" oleh warga negara dan Lot  (Kejadian 19: 5+8). Kitab Yudas 1: 7 menguatkan: “Demikian juga Sodom dan Gomora dan kota-kota tetangganya, karena mereka melakukan percabulan dan mengejar keinginan yang tidak wajar dengan cara yang serupa dengan malaikat-malaikat ini, sekarang ditampilkan sebagai teladan karena menderita hukuman api abadi.”

 

Hakim-hakim 19: 22 dst, percobaan pemerkosaan homoseksual terjadi.  Orang-orang dursila, mengepung sebuah rumah tempat tamu menginap. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia." Tindakan ini menyebabkan perang sipil pertama dalam sejarah Israel, dan kepunahan suku Benyamin yang hampir punah. Perang ini disetujui oleh persetujuan Tuhan setelah Gibea menolak menyerahkan orang-orang yang menyinggung penghakiman (Hakim-hakim 20:18; 20:23; 20:28; 20:35). Dalam Alkitab Perjanjian Lama homoseksual adalah bagian dari dosa yang mengakibatkan hukuman, kematian dan perang sipil yang disetujui oleh Tuhan.

 

2.   Dalam Alkitab Perjanjian Baru

Dalam Alkitab Perjanjian Baru banyak pasal umumnya melarang kegiatan "seksual tidak bermoral" (lihat Kisah para Rasul 15:20; 15:29, 1 Tesalonika 4: 3, Ibrani 13: 4, Wahyu 21:8; 22:15). Homoseksualitas adalah pemberontakan terhadap Allah, menentang rancangan Tuhan yang jelas. Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya (Kejadian 1:27) dengan desain komplementer dalam perkawinan seorang laki-laki kepada perempuan (Kejadian 2:22-25). 

 

1 Korintus 6:9-11 Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Jangan tertipu! Orang-orang yang tidak bermoral, penyembah berhala, pezina, pasangan homoseksual pasif, yang melakukan homoseksual, pencuri, pemabuk, pemabuk, pelecehan secara verbal, dan penipu tidak akan mewarisi kerajaan Allah. Beberapa dari Anda pernah hidup seperti ini. Tetapi kamu telah dibasuh, kamu dikuduskan, kamu dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan oleh Roh Allah kita. Paulus dengan kuat mengingatkan gereja Korintus bahwa perilaku semacam ini tidak sesuai dengan kerajaan Allah. Paulus telah berurusan dengan sejumlah masalah perilaku dan etika yang telah mengganggu gereja, sudah sangat buruk sehingga Paulus bahkan menantang mereka dalam sebuah surat berikut untuk memeriksa diri mereka sendiri untuk melihat apakah mereka benar-benar menjadi orang percaya (2 Korintus 13:5). Kesimpulan untuk Homoseksualitas dalam Perjanjian Baru adalah dosa. Dosa homoseksual dan dosa-dosa lainnya, menuai penghakiman Allah. 

Matius 5:27-28 "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tapi saya katakan kepada Anda bahwa siapapun yang melihat seorang wanita untuk menginginkannya telah melakukan perzinahan dengan dia di dalam hatinya.

Yesus menjelaskan bahwa standar kebenaran dan kesalahan tidak hanya berhenti dengan tindakan eksternal, melainkan internal memasukkan pikiran dan hati kita. Adalah salah bahkan berfantasi tidak bermoral. Paling langsung hal ini berhubungan dengan orang yang sudah bersuami dan beristri dan dosa perzinahan fisik dan mental. Dosa seksual jauh lebih jauh dari sekedar perzinahan atau tindakan fisik.

 

Anugerah Tuhan - menawarkan kebebasan dari dosa kepada semua orang. Kasih karunia Tuhan dapat membawa hidup baru dan membantu setiap langkahnya. Seperti yang Yesus katakan pada saat kedatangan-Nya. Firman Tuhan sebagai standar Tuhan bagi kita. Kita semua gagal memenuhi standar Tuhan. Tuhan mengarahkan kita pada anugerah, kasih, pengampunan, dan kuasa yang menakjubkan yang mengubah hidup kita di dalam Yesus Kristus. Melalui iman dalam pekerjaan-Nya dalam mengambil hukuman kita di kayu salib, dapat ada kehidupan baru (Yohanes 10:9-11).

Kita percaya kepada Yesus Kristus, mari memikirkan masalah ini melalui Firman Allah. Biarlah Tuhan menjaga kita supaya tidak terlibat LGBT, Tuhanlah menolong kita mengatasi dosa kita dan mengubah hidup kita. Amin.

 

 

5. Diskusi

 

Bagaimana Anda menjelaskan upacara perkawinan di mana dua orang dari jenis kelamin yang sama dilayani oleh pendeta mengatakan kepada mereka "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kej. 1: 17)?

 

6.  Menyanyi BN HKBP No. 698: 1 Saya Mau Iku Yesus F=Do 4/4

1.  Saya mau ikut Yesus. Saya mau ikut Yesus.

Sampai s’lama-lamanya.

Meskipun saya susah menderita dalam dunia.

Saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.

 

7.  Doa Syafaat

8.  Bernyanyi BN. HKBP No. 15: 1-2 Andai ‘Kupunya Suara Indah (BL 103) F=Do 4/4 (Persembahan)

 

Andai ‘kupunya suara indah, seribukali suaraku.

Aku bermazmur sangat indah, dari seluruh jiwaku.

Hatiku sangat bergemar, memuji karya cipta-Mu.

 

Andaikan suaraku menjangkau semua alam ciptaan-Mu.

Akan ‘ku ajak semua makhluk nyanyikan kidung bagi-Mu.

Hendaklah jiwa ragaku, memuji Tuhan Allahku.

9. Doa Bapa Kami - Berkat

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...