Jumat, 29 Mei 2020

RENUNGAN MINGGU PENTAKOSTA PERTAMA, 31 MEI 2020

TUNTUNAN ROH

(Yesaya 63:11-14)


Allah Israel adalah Allah yang berkarya dalam sejarah keselamatan Israel dan seluruh dunia, secara khusus dalam kehidupan umat pilihan-Nya. Banyak hal yang Tuhan perlihatkan sabagai bukti kasih pemeliharaan-Nya kepada umat-Nya (Israel). Bangsa Israel yang ditindas dalam perbudakan Mesir, Tuhan tinggikan di antara bangsa-bangsa dengan memberi mereka kebebasan, menuntun mereka ke tanah perjanjian, dengan suatu karya besar. Di dalam anugerahNya yang sangat besar, Allah yang penuh dengan kasih setia telah menetapkan dan mengangkat umatNya Israel menjadi umat pilihanNya, mengangkat dan menjadikan mereka menjadi anak-anakNya.

Tentu saja setiap orang yang telah menerima anugerah keselamatan dan pengampunan harus memiliki integritas iman dan moral yang sungguh baik, setia dan taat. Akan tetapi apa yang terjadi? Banyak orang sepertinya tidak menghiraukan seruan Tuhan, yang memanggil mereka untuk sebuah kehidupan yang benar dan taat. Manusia (bangsa Israel) senantiasa memberontak terhadap Tuhan, melakukan apa sekehendak hati dan seturut kemauan sendiri. Memberontak terhadap kasih setia Tuhan.

Terlalu sering kita tidak dapat melihat bagaimana kasih setia Tuhan senantiasa menyertai kehidupan kita, kita turuti kehendak hati dan keinginan kita sendiri, kita hanya bangga dengan apa yang dapat kita lakukan, yang kita telah miliki, tanpa ada pengungkapan syukur yang membawa kita kepada kerendahan hati. Semakin banyak orang yang tidak mau mengubah pola berfikir yang bersifat duniawi, tidak mau ditegur, diingatkan maupun diarahkan kepada kebenaran Tuhan. Oleh kasihNya, Tuhan mengutus ROH Kudus untuk menolong kita memperbaharui diri ke arah yang lebih baik, menuntun kita kepada kebenaran dan kesetiaan, menuntun kita memahami pengorbanan Yesus yang membebaskan kita dari perbudakan dosa. Roh Tuhan akan memampukan kita melakukan perbuatan baik, melihat perbuatan Allah yang besar dalam kehidupan kita yang memampukan kita melewati segala tantangan kehidupan; sebagaimana bangsa Israel melewati laut merah, padang gurun dan menyeberangi sungai Yordan. Semuanya merupakan tantangan hidup yang dapat kita lewati oleh karena bimbingan, tuntunan dan penyertaan Roh Kudus, karena kasih setia Tuhan, dan akan senantiasa berlaku dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Allah menaruh rohNya ke dalam hati setiap umatNya, supaya mampu melihat perkara-perkara besar yang telah Tuhan kerjakan demi keselamatan umat yang dikasihiNya. Roh Kudus menuntun kita kepada kebenaran dan hidup sebagaimana yang Tuhan telah persiapkan bagi kita semua. Amin. Selamat hari Minggu! (HS)

ACARA KEBAKTIAN KELUARGA RABU & KAMIS, 27 & 28 MEI 2020


ACARA PARTANGIANGAN KELUARGA


HKBP PONDOK GEDE


Rabu & Kamis, 27&28 Mei 2020



1.      Bernyanyi BN HKBP No. 641a:1-2 Ya Roh Kudus B’ri (SDJ)

Ø   Ya Roh Kudus b’ri hikmatMu. Penuhilah umatMu.
Pohon di hutan bertepuk, ombak di laut gemuruh.
         Semuanya ciptaanMu. Bersorak-sorai bagiMu.
         Nyanyikan “Haleluya”

Ø   Ya Roh Kudus tahbiskanlah nabiMu dan pelayan.
         Nyatakanlah kasihMu Tuhan untuk orang tertindas.
         Jauhkanlah kuasa g’lap, Iman jemaat kobarkanlah.
         Soraklah “Haleluya”

2.      Votum/Agenda

P:     Di dalam Nama Allah Bapa dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi.

P/J:  Amin.

P:     Demikianlah Firman Tuhan Allah; Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu, dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya. Haleluya. Kita berdoa: Ya Tuhan Allah Bapa kami. Engkau yang mengajar dan menerangi hati orang-orang percaya melalui Roh Kudus. Bukalah mata hati kami juga dengan RohMu, agar kehidupan kami sesuai dengan kehendak-Mu, dan hati kami penuh damai dan sukacita, dalam Tuhan Yesus Kristus. Amin.

3.      Pembacaan Firman Tuhan (Yesaya 63:11-14)

P:     Lalu teringatlah mereka kepada jaman dahulu kala, jaman Musa hamba-Nya itu: Dimanakah Dia yang yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan pengembala kambing domba-Nya? Dimanakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka?

J:      Yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya.

P:     Yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung.

J:      Seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh Tuhan membawa mereka ke tempat perhentian;

P:     Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu. Demikian pembacaan Firman Tuhan. Berbahagialah orang yang mendengarkan Firman Tuhan serta memeliharanya.

P/J:  Amin.

4.      Bernyanyi BN HKBP No. 102:1 Ya Roh Kudus… (BL 206)

Ø   Ya Roh Kudus Kau datanglah, Sinar Surgawi yang terang
Penuhi hati kami.
Ya Sinar kasih yang terang, sinari hati yang kelam,
Penghibur hati kami.
Ajar, kami melakukan penghayatan Firman Tuhan.
B’rilah kami ketekunan.

5.      Renungan (Galatia 5:16-26)

P:     Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

J:      Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

P:     Akan tetapi, jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum taurat.

J:      Perbuatan daging telah nyata, yaitu; percabulan, kecemaran, hawa nafsu.

P:     Penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah.

J:      Kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu - seperti yang telah kubuat dahulu - bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.

P:     Tetapi buah Roh ialah: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan.

J:      Kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

P:     Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

J:      Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita dipimpin oleh Roh.

P:     Dan janganlah kita gila hormat; janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Demikian pembacaan Firman Tuhan.

P:     Kita yang diberkati Tuhan: Makna sebuah kebebasan dan kemerdekaan yang dianugerahkan Tuhan kepada seluruh umatNya. Kebebasan dan kemerdekaan tanpa norma bukanlah sebuah kebebasan yang menghidupkan, akan tetapi adalah sebuah bencana; Kebebasan tanpa ketaatan adalah liar dan ketaatan tanpa kebebasan adalah perbudakan, artinya Paulus mau menekankan bagaimana kita memaknai nilai kemerdekaan yang telah Tuhan anugerahkan. Kemerdekaan yang taat kepada norma yaitu Firman Tuhan. Paulus mengajak jemaat Galatia untuk melihat dan memaknai hidup yang sesungguhnya, sebagaimana telah dimerdekakan oleh Kristus dari perbudakan dosa, artinya bagaimana manusia untuk tidak lagi memperhambakan dirinya pada kuasa dosa dan keinginan daging (ay. 13). Sebagai orang yang telah dimerdekakan hendaknyalah saling melayani berdasarkan kasih. Memang harus kita akui sulitnya untuk berbuat baik, dan yang sangat sulit kita kalahkan adalah diri kita sendiri dengan seluruh keinginannya. Banyak orang yang menyebutkan namanya orang Kristen, tetapi masih mau memperbudak dirinya, hidupnya pada keinginan-keinginan daging, nafsu duniawi, seperti kesombongan, kecemaran dll. Banyak orang yang sering kalah oleh keinginan daging dari pada dimenangkan oleh Roh Kudus. Itu sebabanya Paulus dengan tegas menekankan agar kiranya manusia/orang percaya ”hidup oleh Roh” (ay. 16,25) dan mau dipimpin oleh Roh Kudus (18,25) dan setiap orang yang tidak mau menyerahkan dirinya dibimbing dan dipimpin oleh Roh Kudus, yang masih memperbudak dirinya dengan keinginan-keinginan daging, nafsu duniawi tidak memiliki tempat/bagian dalam kerajaan Allah.

         Kita yang dibserkati Tuhan, Hal ini merupakan penjelasan akan apa yang dipahami oleh orang-orang Yahudi, yang menekankan ketaatan akan hukum taurat, Paulus katakan keselamatan bukan oleh karena hukum, akan tetapi adalah karena anugerah Tuhan, Hukum Taurat menjadi penunjuk dosa, artinya perilaku kita, sikap dan keimanan kita diperhadapkan dengan Hukum Taurat, apakah memang dapat kita lakukan dengan murni? (Merupakan kesalahan pemahaman orang Yahudi akan makna keselamatan) itu sebabnya Tuhan anugerahkan kita keselamatan, keampunan dosa. Kesalahan kedua dalam pemahaman mereka akan kemerdekaan, kasih karunia adalah supaya oleh kasih karunia, manusia bebas melakukan dosa. Padahal yang sebenarnya adalah: mereka yang menerima keselamatan, kebebasan dan keampunan dosa supaya mereka bebas berbuat kebaikan, kebajikan dan kasih. Bagaimana caranya? Adalah dengan menyerahkan segala kehidupannya dalam bimbingan/tuntunan Roh Kudus. Kita harus berusaha melawan keinginan-keinginan daging yang senantiasa berusaha untuk meguasai dan mengalahkan kita, merampas kita dari nilai hidup yang sebenarnya, dari keselamatan yang telah Tuhan anugerahkan, bagaimana kita mau membiarkan Roh Tuhan mempimpin hidup dan kehidupan kita (16-18). Hanya di dalam kasih karunia Tuhan, kita dimampukan untuk mengasihi sesama dengan tulus, mengasihi Tuhan dengan sungguh.


6.      Bernyanyi BN HKBP No. 109:1 Turunlah Ya Roh Kudus (BL 78)

Ø   Turunlah ya Roh Kudus, penuhilah jemaat-Mu.
Ajar kami bertekun, beribadah kepada-Mu.
Dengarkanlah permohonan, doa umat dikabulkan.

7.      Berdoa Salah Satu Anggota Keluarga

8.      Bernyanyi BN HKBP No. 103:3 Roh Penghibur dari Surga (BL 80)

Ø   Kami sujud menyembah-Mu,
Curahkan berkat-Mu, b’rilah hidup baru.
Dan tunjukkanlah bahaya, 
Jahatnya, dahsyatnya, maut akibat dosa.

9.      Berdoa Kepala Keluarga

10.  Bernyanyi BE No. 108:1-2 Baen ma gabagaba (BL 203) Pelean

Ø   Baen ma gabagaba dohot bungabunga nang pelean i.
Ai nuaeng ma jumpang ari parningotan Pentakoste i.
         Haroro ni Tondi do, i ma Tondi Parbadia, masuk tu huria.

Ø   Jangkon ma Ibana, ai asi rohaNa, ro tu hita on.
         Asa sondangonNa, tiur bahenonNa, parrohaon tongtong.
Jangkon ma Ibana da, asa dao sude arsakmu,
Nang pardangolanmu.

11.  Doa Penutup

P:     Marilah kita beroda menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan: Ya Allah, Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian daripada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kami kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. Kita bersama dalam doa Bapak Kami.
P/J:  Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah Nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini, makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kekuasaan dan kemuliaan sampai selama-lamanya, amin.

P/J:  Amin… Amin… Amin.

(Kalau yang memimpin pelayan tahbisan: ”Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, Kasih setia Allah Bapa, dan Persekutuan dengan Roh Kudus, kiranya menyertai dan memberkati kita semua).




Persembahan boleh dikirimkan ke:

1. Rekening Britama Cab. Pond Gede No. 038501000630566
     (Kode Bank 002)

2. Tabungan BNI No. 1919667770
     (Kode Bank 009)

Jumat, 22 Mei 2020

TERTIB ACARA KEBAKTIAN MINGGU DI RUMAH SAJA MINGGU EXAUDI, 24 MEI 2020

TERTIB ACARA
KEBAKTIAN MINGGU DI RUMAH SAJA

PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB)
COVID-19
HKBP PONDOK GEDE RESORT PONDOK GEDE
Minggu Exaudi, 24 Mei 2020

Topik: Tuhan Mendengar Seruan Orang Percaya

(P: Pemimpin Kebaktian ; R: Anggota Keluarga)

Perhatian:
Untuk Nyanyian boleh dipilih Buku Ende, Buku Nyanyian atau menyanyikan kedua-duanya)

1. Marende BE. HKBP. No. 2: 1  Naeng Pujionku Ho Jahowa Bl 113 C=Do

1.    Naeng pujionhu Ho Jahowa ai Ho do Debata na tutu i.
       Sai suru Tondi Parbadia tu au asa hupuji goar-Mi.
       Marhitehite Jesus Anak-Mi asa lomo rohaM di endengki.

(BN. HKBP)

‘Ku mau memuji Kau Tuhanku, sebab Engkaulah Allah yang benar
Penuhi aku dengan Roh-Mu, agar jiwaku sungguh bergemar
Memuji Yesus Kristus Putra-Mu, atas nyanyianku Kau berkenan

2. Votum – Introitus – Tangiang (A.XII/B – D/X.32)

P:       Di dalam Nama Allah Bapa dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi.  Amin.
         
          Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti Firman-Mu "Carilah wajah-Ku", maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Haleluya!

R:       (Menyanyikan BE. No. 852 F=Do:) Haleluya, haleluya, haleluya!

P:       (Marilah kita berdoa:)

          Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di surga. Karuniakanlah Roh-Mu yang Kudus dan berilah hikmat kebijaksanaan kepada Jemaat-Mu, supaya Firman-Mu yang kudus semakin nyata dan berkembang di dalam hidup kami. Jadikanlah hati hamba-Mu ini dengan penuh sukacita memberitakan Injil Keselamatan itu, agar Jemaat-Mu semakin berkembang di dalam kekudusan. Kuatkanlah hati dan jiwa kami untuk tetap setia mengikut Engkau di dalam iman dan kepercayaan yang benar, oleh karena Anak-Mu Yesus Kristus, Tuhan kami.

R:       Amin.

3. Marende BE. HKBP No. 262: 1 Jahowa Tuhanki BL 149 F=do

1.    Jahowa Tuhanhi, Ho mual ni na denggan.
       Sitompa sasude, silehon hangoluan.
       Sai lehon ma di au pamatang na hipas.
       Maringan ma di au, baen roha na ias.

(BN. HKBP)

Ya Allah Yang Esa, Kau sumber kebaikan
Pencipta semesta, dan sumber kehidupan
Berilah padaku, jasmani yang segar
Dan jiwaku, ku yang kudus dan benar

4. Hukum Tuhan:  Titah Pertama dan Titah Kedua

         P:     Pembacaan Hukum Tuhan dalam Kebaktian Minggu hari ini yaitu Titah Pertama dan Titah Kedua:
                
                 Titah Pertama: Akulah Tuhan Allahmu, seru Tuhan kita. Tidak boleh ada allah lain, kecuali Aku. Titah Kedua: Jangan perbuat bagimu patung yang menyerupai apapun, yang ada di langit, atau yang ada di bumi, atau yang ada di dalam air untuk disembah atau bertaqwa kepadanya.

P:    Marilah kita berdoa memohon kekuatan dari Tuhan.

P+R:     Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami untuk melakukan yang sesuai dengan hukum-Mu. Amin

5. Marende BE. HKBP No. 173: 1 Sai Mulak, Sai Mulak BL 63 Es=Do

1.    Sai mulak, sai mulak ho naung lao jalang i.
       Ai na dao ho nuaeng, holang sian tuam.
       O parjalang ho, mulak, mulak ma ho.
       Mulak, mulak ma ho.

(BN. HKBP)

Kembalilah kamu, dari jalan sesat
Kar’na kau s’makin jauh, dari jalan Tuhan
Anak yang sesat, mari pulang seg’ra

6. Mengaku Dosa (B.2 – C.7)

P:    Marilah kita merendahkan diri untuk mengaku dosa kita!

Ya Bapa Tuhan kami di surga. Engkau Mahakasih dan benar. Berkat-Mu melimpah dan kekal selama-lamanya. Kasihanilah kami ya Tuhan. Lupakanlah segala kejahatan dan dosa kami. Kami sering berbuat dosa terhadap Engkau dan membangkitkan amarah-Mu karena kami sering melanggar hukum-Mu. Limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami, dan berkatilah kami dengan pertolongan-Mu. Ya Tuhan Allah sumber kebahagiaan kami, ampunilah segala dosa dan pelanggaran kami di dalam Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kami.

R:    Amin.

P:    Marilah kita mendengar janji Tuhan tentang pengampunan dosa.

Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi!

R:    Amin.

7. Marende BE. HKBP No. 707: 1 Hagogoon dohot Apulapul Es=Do

1.    Hagogoon dohot apulapul do dilehon Tuhan i tu au.
       Ganup ari au ditogutogu, ganup tingki diondingi au.
       Ai hombar tu lomo ni roha-Na do dilehon Tuhan i tu au.
       Ro marsorin arsak, las ni roha, haporseaonhu dipatau.

(BN. HKBP)

Kekuatan dalam pencobaan, diberikan Tuhan padaku.
Dalam duka aku dihibur-Nya, Tuhan s’lalu pimpin langkahku.
Yang sesuai dengan kehendak-Nya, diberikan apa yang perlu.
Suka duka saling bergantian, untuk menguatkan imanku.

8.      Membaca Epistel: Mazmur 27: 7-14

         P:     Marilah kita mendengar Firman Tuhan yang ditetapkan untuk hari Minggu ini. Tertulis dalam Kitab Mazmur 27: 7-14 Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
         R:     Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN

         P:     Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku

         R:     Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
         P:     Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
         R:     Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman

         P:     Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN. Demikianlah pembacaan Firman Tuhan: Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya.
        
         R:     Amin.

9.  Marende BE. HKBP No. 161: 1 Tangihon Anggukanggukhon BL 133 G=Do

1.    Tangihon anggukanggukhon, asi rohaM Jahowa.
       Mansai tarponjot rohangkon dibaen godang ni dosa.
       Tung sura dibaloshon Ho luhut na sala dompak Ho,
       Tung ise tartahansa.

(BN. HKBP)

Tuhan dengar ratapanku Kasihanilah aku.
Amatlah gundah hatiku, sebab banyak dosaku.
Jikalau dalam murka-Mu, Engkau membalas dosaku,
Aku tak dapat hidup.

10.    Pengakuan Iman

         P:      Marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya:

         P+J:   Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Khalik langit dan bumi.

                  Aku percaya kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal Tuhan kita. Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, yang turun ke dalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati. Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapak yang Maha kuasa. Dari sana akan datang kelak, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

                  Aku percaya kepada Roh Kudus, dan adanya satu gereja yang Kudus dan Am; Persekutuan orang Kudus; Pengampunan dosa; Kebangkitan daging; dan hidup yang kekal. Amin.

11.    Warta Jemaat + Doa Syafaat

12. Marende BE. HKBP No. 772: 1-2 Tuhanku do Pature Dalanki G=Do (Persembahan Ia - Ib)

1.    Tuhanhu do pature dalanhi, Tuhanhu do patiur langkangki.
       Sian nasa rohangki hupasahat ngolungki.
       Tuhanhu do patiur langkangki.

2.    Tuhanhu do pature dalanhi, Tuhanhu do patiur langkangki.
       Hulului do Tuhanhi, surut ma na holom i.
       Tuhanhu do patiur langkangki.

(BN. HKBP)

‘Ku tau Tuhan membuka jalanku
‘Ku tau Tuhan luruskan langkahku
Dengan hati yang tulus, ‘ku serahkan hidupku
‘Ku tau Tuhan luruskan langkahku

‘Ku tau Tuhan membuka jalanku
‘Ku tau Tuhan luruskan langkahku
Aku ikut Tuhanku, maka t’ranglah jalanku
‘Ku tau Tuhan luruskan langkahku

13.    Khotbah: Matius 20: 29-34

P:      Marilah kita berdoa! Ya Tuhan kuasailah hati dan pikiran kami untuk menerima Firman-Mu yang kudus itu, dalam Nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus!
Firman Tuhan khotbah Minggu Exaudi hari ini dari Injil Matius 20: 29-34, mengatakan: Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat." Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia. Demikian Firman Tuhan!

Saudara-saudara yang terkasih!

Dalam konteks Matius 20 ini, Tuhan Yesus sedang dalam perjalanan dari Galilea menuju Yerusalem, dengan tekanan akan menggenapi misi yang begitu berat. Bagaimana nantinya Dia akan dianiaya dan disalibkan di Yerusalem.
Perjalanan via dolorosa sangat berat dan menakutkan, hingga ketika berdoa di Taman Getsemani Tuhan Yesus mengeluarkan peluh darah.
Penderitaan Yesus yang paling besar dan berat bukan karena Dia takut dipukuli, bukan karena Dia takut sesah dan memikul salib kayu yang berat, dan kepala-Nya ditancapi mahkota duri. Semuanya itu memang penderitaan yang berat. Tetapi yang lebih berat adalah bahwa Dia harus menanggung dosa manusia, Dia yang tidak berdosa dijadikan berdosa karena kita.
Dalam pergumulan yang sangat berat, Dia dielu-elukan sebagai raja yang hendak pergi berperang. Karena dalam pikiran orang banyak pada waktu itu Yesus menuju Yerusalem untuk mengambil alih posisi Herodes, dan kalau perlu juga mengambil alih posisi Tiberius, Yesus bukan hanya raja Yerusalem tetapi juga raja yang akan mengalahkan Romawi. Tidak heran kalau para murid ingin kedudukan di sebelah kanan dan kiri Yesus Sang Raja.
Puncak dari merajakan Yesus semakin riuh ketika Ia semakin dekat dengan Yerusalem. Orang-orang melepaskan jubah masing-masing, mengambil daun palem melemparkannya ke tanah untuk dijadikan alas bagi Tuhan Yesus. Mengagung-agungkan Dia sebagai raja, bersorak hosana!
Kontrasnya adalah tiba-tiba ada dua orang pengemis buta di pinggir jalan yang berseru-seru. Dan orang banyak memaksa mendiamkan kedua orang pengemis itu.
Sebagai manusia, ketika kita berada di kondisi yang sulit, kita berharap orang lain memperhatikan kita, menguatkan kita, menghibur kita, menolong kita.
Tetapi berbeda dengan Yesus di tengah kondisi beratnya. Dia menghampiri kedua orang pengemis buta itu dan bertanya: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"

Hal ini bukti dari apa yang dikatakan-Nya yaitu: Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Orang buta itu menjawab Yesus: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat." Alkitab mencatat: Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia. Hati-Nya penuh dengan belas kasihan, walaupun Dia sedang susah, Dia mau mengerti penderitaan orang lain. Itulah isi hati Tuhan, berbelas kasih!

Saudara-saudara yang terkasih!

Dalam keadaan susah, semua orang menjadi egois, menuntut orang lain memperhatikannya!

Tetapi Tuhan mengatakan bahwa dalam semua aspek, Dia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

Betapa perlunya kita memiliki hati seperti hati Kristus! Inilah jiwa pelayanan. Cocokkah kita dengan apa yang Tuhan pikirkan? Cocokkah kita dengan isi hati Tuhan?

Murid-murid dan orang banyak mengharapkan Yesus menjadi Raja orang Yahudi yang akan berkuasa luar biasa.

Orang buta, tidak mengerti bagaimana ramainya sorak-sorak ketika Tuhan Yesus berjalan dengan iring-iringan. Pada saat semua orang membayangkan Yesus sebagai Raja, orang buta melihat sosok lain pada diri Yesus. Orang buta itu berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Ini adalah istilah khusus, kutipan dari kitab Yesaya yang menunjuk kepada Mesias. Orang buta itu melihat Yesus bukanlah sekedar Raja orang Yahudi, Dia lebih dari itu, Yesus adalah Tuhan, Anak Daud. Kalimat ini kalau kedengaran oleh penguasa, dampaknya adalah melawan pemerintah yang sah, karena itu adalah sebutan mesianik yang diberikan kepada Kristus. Tapi orang buta itu tidaklah peduli, itulah imannya.

Terkadang kita punya mata besar tetapi yang kita lihat adalah hal-hal yang duniawi saja.
Sebagai orang yang percaya kepada Yesus betapa perlunya kita memiliki kepekaan dua orang buta tersebut. Ketika kita mengikut Kristus, kita melihat apa?

Saudara-saudara yang terkasih!

Sangat perlu bagi kita punya mata untuk melihat pengasihan Tuhan, apakah kita bisa melihat Kristus Tuhan kita yang jauh lebih besar dan berkuasa? Petrus pernah mengalami ketika dia melihat Kristus berjalan di atas air menuju ke kapalnya. Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus: Bolehkah aku berjalan kepada-Mu? Tuhan Yesus menjawab: Kemarilah! Pada saat mata Petrus tertuju kepada Kristus, dia dapat berjalan di atas air, tetapi begitu matanya melihat kanan kiri, dia mulai melihat dunia dengan anginnya, dia hampir tenggelam.

Orang buta ini matanya tertuju kepada Kristus, dia berharap kepada Kristus, mau mengerti isi hati Kristus, dan dia mendapat respons yang tepat dari Kristus, karena permohonannya tepat persis seperti yang Kristus inginkan.

Inilah iman. Beriman sejati adalah meminta kepada Tuhan dan permintaan tersebut tepat seperti yang Tuhan inginkan, dan Tuhan mengatakan: Jadilah seperti yang engkau harapkan. Beriman bukanlah memaksakan kehendak kepada Tuhan tetapi mau taat, tahu diri, lalu memohon: Tuhan tolong kami.

Saudara-saudara yang terkasih!

Dalam situasi sulit terpaan Pandemi Corona Virus (Covid-19) sekarang ini, banyak orang sangat sulit untuk perduli anjuran pemerintah, PSBB, di rumah saja, memakai masker, cuci tangan, jangan mudik, jaga kesehatan, dll. Sehingga membuat kita khawatir, nantinya usaha pemotongan rantai penebaran Corona Virus (Covid-19) yang dilakukan pemerintah akan terganggu. Bagaimana kita hidup di tengah dunia yang seperti ini?

Dengan tulis, adalah lebih baik kita mengakui ketidakmampuan kita dan memohon pertolongan Tuhan, mengakui bahwa kita tidak berdaya, dan berseru berharap kepada Tuhan saja. "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Amin.

Marilah kita berdoa:

Ya Tuhan Allah Bapa kami melalui Yesus Kristus! Bersama dengan semua makhluk, kami memuji-Mu. Semuanya ada dari tangan-Mu yang Mahakuasa, mereka semua milik-Mu, penuh dengan kehadiran-Mu dan cinta-Mu yang lembut.

Terpujilah Engkau Allah di dalam Yesus Kristus, melalui Engkau semua diciptakan. Terpujilah Engkau, Roh Kudus. Dengan sinar cahaya-Mu Engkau membimbing dunia ini menuju cinta Allah Bapa.
"Tuhan, supaya mata kami dapat melihatmu dengan benar, terlebih dalam situasi terpaat covid-19 sekarang ini. Ajarilah kami yang buta ini, untuk melihat dengan benar.
mata hati kami, supaya kami dapat menghindari dosa ketidakpedulian, tidak mau taat dengan firman-Mu. Rengkuhlah kami dengan kekuatan dan cahaya-Mu. Tolonglah kami, penuhilah kami dengan cinta kasih-Mu, walau di tengah terpadaan Pandemi Covid-19 ini.
Tolonglah bangsa-bangsa di dunia. Tolonglah kami di negara kami Republik Indonesia di bawah pimpinan Presiden kami bapak Jokowi dan semua yang membantunya, TNI, Polri, para medis, sukarelawan untuk kuat dan berhasil mengatasi kesulitan dampak pandemi Virus Corona (Covid-19). Dan solusi pasca pandemi Virus Corona (Covid-19) nantinya. Hiburkanlah keluarga para korban Virus Corona di mana pun mereka berada. Berilah setiap rakyat Indonesia hati yang mau taat kepada kebijakan yang diterapkan pemerintah di tempatnya masing-masing tujuan memutus rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19). Berilah kekuatan dan kesembuhan kepada jemaat gereja-Mu yang sedang dalam perawatan karena sakit: St. R. Ch. Hutasoit, Martinus Hutasoit, Yanti Hutasoit, Javiktor Pasaribu, Ny. St. T. Siringoringo br. Manullang, Ny. T. Marpaung br. Nababan, Ny. Siregar br. Simamora, F. Simatupang, Ny. Lumbantungkup br. Sinaga…. Berilah kami apa yang kami perlu untuk hidup sehat seperti yang Engkau inginkan. Kasihanilah kami Tuhan, karena kami harus bersahabat hidup berdampingan dengan virus-virus penyakit yang bertebaran di sekeliling kami, berilah kami selamat di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

14. Marende BE. No. 758: 1-2 Jahowa Pangurupi C=Do (Papungu Pelean II)

1.    Jahowa pangurupi di siulaonmi.
       Dilehon pos ni roha di ganup tingki i.
       Nang pe sipata ganggu haporseaonmi,
       Jamot tongtong Tuhanmu manjaga ngolumi.

2.    Jahowa las ni roha saleleng ngolumi.
       Ibana haroroan ni nasa na auli.
       Ai disarihon Jesus sude na ringkot i.
       Halashon panoguon ni Jesus Tuhanmi.

(BN. HKBP)





Tuhan b’ri pertolongan di dalam hidupmu.
Dib’ri-Nya pengharapan di tiap langkahmu.
Walau terkadang ragu iman percayamu.
Tuhan s’lalu setia menjaga hidupmu.

Tuhan b’ri pertolongan di dalam hidupmu
Segala hal yang baik dib’ri-Nya padamu
Tuhan yang memberikan bekal yang kau perlu
Nyanyikanlah pujian kepada Tuhanmu

15.   Doa Persembahan – Bapa kami – Berkat

P:    Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan: Ya Allah, Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian daripada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembanan umat-Mu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepada-Mu di dalam Nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin .

         J:       (Menyanyikan:) BN. HKBP No. 204: 2 BL. 73 Bes=Do

Tuhan karunia-Mu, roh dan jiwaku semua.
Nyawa juga hidupku, harta milikku semua.
Kuserahkan pada-Mu, untuk selama-lamanya.

P:    Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.

J:     (menyanyikan BE. 841 Es=Do:) Karena Engkau punya Kerajaan dan Kekuasaan dan Kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

P:    (Jika Majelis Tahbisan yang memimpin kebaktian baiklah ia memberi berkat ini. Jika tidak, langsung menyanyikan: Amin, amin, amin).

                  "Tuhan memberkati kita dan melindungi kita, Tuhan menyinari kita dengan wajah-Nya dan memberi kita Kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepada kita dan memberi kita damai sejahtera".

         J:       (menyanyikan BE. 845: Es=Do:) Amin, amin, amin.


Persembahan boleh dikirimkan ke:

1. Rekening Britama Cab. Pond Gede No. 038501000630566
2. Tabungan BNI No. 1919667770

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...