Rabu, 13 Oktober 2021

RENUNGAN MINGGU KEDUAPULUH SETELAH TRINITATIS, 17 OKTOBER 2021

 KEBAHAGIAAN MENDENGAR FIRMAN ALLAH

(Lukas 11: 27-28)

 


Sebelumnya Lukas memberi tahu, bahwa ibu dan saudara-saudaranya Yesus datang kepadanya, tetapi mereka tidak dapat menjangkau dia karena orang banyak. Mereka memberitahu, "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi dia berkata kepada mereka, "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya." (Luk.8:19-21).

 

Memuji Maria Istri Yusuf, ibu Yesus bukanlah dosa. Malaikat Gabriel mengatakan bahwa Maria telah mendapat kasih karunia Allah (Luk.1:28,30) dan Elisabet memujinya: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu!" (Luk.1:42). Maria sendiri menubuatkan: “Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.” (Luk.1:48). Maria adalah model orang yang mendengarkan, merenungkan, menjaga dan mempraktekkan firman Tuhan dalam hidupnya. Mendengarkan berarti memperhatikan, memiliki telinga yang penuh perhatian.



Merenungkan adalah proses yang digambarkan sebagai pengunyahan kata demi kata. “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku,” (Jer. 15:16).

 

Yesus sedang mendiskusikan perlunya pertobatan sejati yang datang melalui hati baru yang diberikan Allah (Luk.11:24-26). Tiba-tiba salah seorang perempuan di antara orang banyak berteriak karena jawaban yang baru saja Yesus berikan kepada orang-orang Farisi tentang sumber kuasa-Nya. Orang banyak itu jelas-jelas tergerak oleh jawaban Yesus.  Perempuan itu berpikir, bahwa pastilah suatu berkat yang luar biasa bagi Maria untuk menjadi ibunya. "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau." Yesus merespons, "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

 

Mendengarkan firman Tuhan dan memeliharanya adalah untuk ditarik ke dalam rahim gereja Tuhan, dalam lingkungan perlindungan yang Tuhan sediakan bagi umat-Nya secara bersama-sama menikmati susu rohani yang vital dari Injil Tuhan. (Lihat. 1 Kor. 3:2; 1 Petrus 2:2-3). Penulis surat Ibrani juga mengatakan: Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. (Ibrani 5:12). Tuhan menyediakan susu rohani, makanan keras, karunia pengampunan, iman, dan kebangkitan di dalam Yesus dan kehidupan abadi. Kita menerima dari Dia segala yang kita butuhkan untuk hidup yang kekal. Setialah mendengar firman Tuhan, merenungkan dan memeliharanya, dan selamat berbahagia karenanya. Amin. Selamat hari Minggu! (NS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...