Jumat, 26 Januari 2018

PEMBERKATAN PERKAWINAN SUMBER ABDI DARMA SINAMBELA,A.Md - NURMANIAR BR. SIANTURI, S.Kom

M O D E L    E


TATA KEBAKTIAN

PEMBERKATAN PERKAWINAN

(Bahasa Indonesia)

Sabtu, 27 Januari 2018 Pukul 10.00 WIB









I.   Pra Ibadah

1. Calon Pengantin dan keluarga serta Majelis Gereja berdoa bersama di konsistori.

2. Calon Mempelai dan keluarga memasuki gereja, jemaat diundang berdiri. (diiringi musik)

II.   I b a d a h (Pdt. Jeffry Sitindaon, M.Th)

1.     Bernyanyi KJ No. 287b: 1-2  Sekarang bersyukur F= Do

1.     Sekarang bersyukur, hai hati mulut, tangan!
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Dib’ri-Nya kita pun anug’rah dan berkat
Yang tak terbilang t’rus, semula dan tetap.

(Jemaat berdiri)

2.     Yang Mahamulia memb’rikan sukacita,
Damai sejahtera di dalam hidup kita.
Kasih-Nya tak terp’ri mengasuh anak-Nya;
Tolongan-Nya besar seluas dunia!


2.     Votum - Introitus - Doa

(L: Liturgis – J: Jemaat)

L:     Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

J:   Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

L:      Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.  Haleluya! (Marilah kita berdoa): Ya Tuhan Allah kami yang di surga, Engkaulah yang menetapkan perkawinan itu. Engkau melihat kedua saudara kami ini, yang bermaksud melangsungkan perkawinan mereka. Mereka datang memohon berkat-Mu. Sertai dan berkatilah mereka dengan kasih sayang-Mu. Isilah hidup mereka dengan Roh Kudus, agar perkawinan mereka ini senantiasa penuh damai dari permulaan hingga akhirnya. Dengarlah doa dan permohonan kami ini karena kasih sayang-Mu kepada kami. Amin.                  (Jemaat Duduk)

3.     Koor/VG/Solo:

4.     Bernyanyi KJ. No. 388: 1-2  S’lamat di tangan Yesus  G= Do

1.     S’lamat di tangan Yesus, aman pelukan-Nya;
Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia: damai sejahtera.
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukan-Nya;
Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

2.     S’lamat di tangan Yesus, aku tent’ram penuh;
Dosa pun dan cobaan jauh dari diriku.
Duka, cemas dan bimbang, kuasanya tak tetap;
Goda dan air mata akan seg’ra lenyap.
S’lamat di tangan Yesus, Aman pelukan-Nya; Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

5.     Khotbah: Matius 7: 24-27

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini:

hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan


6.     Koor/VG/Solo:

7.     Bernyanyi KJ. No 318: 1 Berbahagia tiap rumah tangga C= Do
(Calon Pengantin maju ke Altar gereja)

1.     Berbahagia tiap rumah tangga,
Di mana Kaulah Tamu yang tetap.
Dan merasakan tiap suka cita,
Tanpa Tuhannya tiadalah lengkap.
Di mana hati girang menyambut-Mu
Dan memandang-Mu dengan berseri.
Tiap anggota menanti sabda-Mu
Dan taat akan Firman yang Kau b’ri.

8.     Pemberkatan

9.     Koor/VG/Solo:

10. Pemberian Tanda Kasih gereja

11. Koor/VG/Solo:

12.Bernyanyi KJ. No. 419: 1…  Yesus, pimpinlah       G= Do (Persembahan  I (Gereja) dan II (Sosial))

1.  Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
    Hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
    Tuntun umat-Mu masuk rumah-Mu.

2.  B’rilah kami pun  iman yang teguh,
    Agar jangan ditaklukkan oleh susah dan keluhan,
    Tapi bertekun ikut jalan-Mu.

..... (Musik) .....

3.  Bila ditekan duka dan beban,
    Bagi kami dan sesama, o, berilah ketabahan
    Dan tunjukkanlah akhir yang cerah.
    (Jemaat Berdiri)

13.Doa Persembahan - Berkat

1.     (Manyanyikan): Amin, amin, amin.

III.  Kata Sambutan:

1.     Mewakili keluarga Pengantin Laki-laki

2.     Mewakili keluarga Pengantin Perempuan

IV.  Poto Bersama

1.     Kedua Pengantin

2.     Kedua Pengantin dan Pendeta

1.     Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Laki-laki

2.     Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Perempuan

3.     Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin

V. Bersalaman  

   (Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat sambil bernyanyi BE. No. 141 Sai tiur ma langkamuna BL. 222 C= Do)

Sai tiur ma langkamuna,
sai Debata ma donganmuna,
nang surusuruanNa pe.
Molo diramoti Jesus,
hamuna ndang tarbaen so bulus,
do langkamuna sasude.
Antong Tuhanta i, ma donganmuna i ganup ari,

hamu sude sai ingot be, tumangiangkon hami pe.

Kamis, 25 Januari 2018

RENUNGAN MINGGU SEPTUAGESIMA 28 JANUARI 2018

Apa dan Siapakah Kita Ini 

di Hadapan Tuhan?

(Yeremia 9: 23-24)



             
Kesombongan adalah gambaran sebuah kegagalan hidup, gagal memahami dan mengenal diri sendiri, gagal memahami orang lain dan juga gagal memahami nilai hidup serta apa akibat dari semua perkataan, sikap sehari-hari.  Kesombongan juga memperlihatkan kekerdilan moral yang belum bertumbuh ke arah kedewasaan.  Dia hanya berpaut pada apa yang dia miliki, seperti kekuasaan, kekayaan, jabatan, pengetahuan akademis atau titel. Setiap orang yang mempertahankan pola pikir atau gaya hidup seperti ini, lama kelamaan akan ditinggalkan oleh orang-orang yang dekat sebelumnya, atau boleh saja akan dimanfaatkan oleh seseorang. Orang sombong biasanya senang pujian,  yang tanpa dia sadari adalah juga awal dari kejatuhannya.

Berbagai reaksi orang melihat mereka yang selalu meyombongkan diri, ada yang tidak mau tahu, ada yang tersinggung, tetapi ada juga orang yang prihatin. Sebenarnya kalau kita coba pikirkan dan renungkan apakah yang dapat kita sombongkan di dunia ini, apalah kita bila dibandingkan dengan apa yang dimiliki orang lain, kalau kita sudah merasa kaya, seberapkah yang telah kita miliki jika kita bandingkan dengan kekayaan mereka yang lebih kaya? Seberapa kepintaran kita dibanding mereka yang pintar, dll. Kesadaran diri akan membawa kita kepada pengakuan sumber dari semua yang kita miliki, seperti kuasa, jabatan, kekuatan, kekayaan.


Penyebab keterpurukan bangsa Israel adalah kesombongan mereka di hadapan Tuhan, Mereka tidak lagi menghargai Firman Tuhan sebagai penuntun hidup mereka (9:13-14), mereka tidak lagi mengetahui alasan mengapa mereka harus terbuang/ dihukum. Tentu karena mereka tidak lagi mau membuka diri mendengar Firman Tuhan (9:13). Yeremia sangat prihatin dengan kesombongan yang diperlihatkan oleh bangsa Israel yang dia lihat sebagai sumber masalah yang menimpa bangsa itu, sehingga Yeremia mendesak seluruh bangsa untuk meratapi kesalahan mereka, meratapi keadaan mereka yang tengah berada dalam pembuangan dalam penghakiman Allah, memohon pengampunan dari Tuhan, adanya pertobatan massal (9:17-20), agar kiranya Allah berkenan memulihkan keadaan mereka sepenuhnya. Tetapi dengan meratap saja, tidak akan dapat menyelesaikan masalah, mereka harus kembali belajar mengenal Allah dengan benar, mereka harus sadar bahwa kebanggaan terhadap diri sendiri adalah kesia-siaan (9:23) Itu sebabnya Tuhan menegaskan  bahwa jikalau manusia hendak bermegah biarlah mereka bermegah kerena mereka mengenal Tuhan, itu kunci keberhasilan dan keselamatan (9: 23-24). Mereka memerlukan pengenalan akan Allah  sebagai Tuhan yang penuh kasih setia, keadilan dan kebenaran, yang sekaligus mengajak umat-Nya untuk belaku setia, adil, taat dalam kasih dan kebenaran Tuhan. Dengan demikian mereka akan dipulihkan. 

Oleh karena itu sebelum kita dihukum, yang menjadikan kita harus meratap dan menangis, adalah jauh lebih baik kalau kita bertobat, dan hidup dalam kekudusan Allah. Amin. (HS)

BONA TAON KOOR REMAJA DI RUMAH IBU GURU KOORNYA

JUMAT, 19 JANUARI 2018

MARI MAKAN MIE SOP 
BUATAN INANG RACHEL SIMANGUNSONG BR. SILITONGA!

DOA MAKAN AMANG Pdt. NIKSON SIMANGUNSONG YANG PIMPIN

SETELAH MAKAN MARI BERCANDA:

SEPULUH PEGANGAN UNTUK KOOR REMAJA GEREJA

1.     Wajar dan ramah
2. Analisa kasusmu/ masalahmu, dan percaya kepada Roh Kudus untuk membimbingmu dalam menyelesaikan kasus/masalahmu.
3.     Bila memungkinkan, hadapi orang secara pribadi dan di tempat yang sunyi
4.     Bila memungkinkan, pilih orang yang sama jenis kelaminnya denganmu dalam melakukan pekerjaanmu
5. Taruh kepercayaan yang penuh di dalam firman Tuhan, bukan di dalam kemampuanmu sendiri.
6.     Wakili Yesus -- bukan dirimu sendiri dan bukan gerejamu.
7.     Minta orang itu untuk membaca ayat-ayat Kitab Suci sendiri.
8.     Usahakan perbincanganmu tetap pada pokok penerimaan Yesus, dan yang paling penting, jangan terbawa dalam perdebatan.
9.     Minta keputusan yang segera
10.Kalau keputusan untuk menerima Yesus sudah mantap, jangan lupa untuk memberitahu bagaimana caranya agar dapat berhasil dalam kehidupan ke-Kristenannya, dan bila memungkinkan, ikuti dan teruskan dalam perkembangannya.

"Belajarlah untuk menggapai jiwa. Sasarkan pada kesadaran. Tinggikan Kristus! Gunakan Pedang Roh, yaitu Firman Tuhan."







Siapa paling banyak Baksonya?



Ucapan Selamat Tahun Baru: Daniel Hutajulu


Ucapan Selamat Tahun Baru: Daniel Hutajulu


Ucapan Selamat Tahun Baru: Jennita br. Manullang


Ucapan Selamat Tahun Baru: Jennita br. Manullang



Poto Bersama


Poto Bersama

SIAPA CUCI PIRING?

TAHUN 2018 KITA KELAS 3 SERIUS UNTUK UJIAN AKHIR DI SEKOLAH
TAK KALAH TETAP JUGA SERIUS LATIHAN DI GEREJA!

DOA PENUTUP DARI AMANG PENDETA!

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...