Senin, 04 November 2019

PELAJAR PENEGUHAN SIDI TAHUN AJARAN 2019-2020


PELAJAR PENEGUHAN SIDI 

TAHUN AJARAN 2019-2020


Matthew Anggi Halomoan Napitupulu



Laura Yovanka |Sianipar


Rosianna Clara Panjaitan


Natasha Hosanna Siregar


Jhon Andre Jhosua Mangiring Nababan


Jose Luther Valerian Lumbantobing


Febri Sabar Invocavit Pandiangan






Anggia Jonathan Tampubolon



Ryanda Yoshua Sirait
Andrew Sabar Christoper Tampubolon

Frans Davidson Mangapul Nababan



Jonathan Hutabarat 



Agnes Jumeirah Simanjuntak


keisya Vani Cellin Hutajulu 
Juventia Dominica Sinaga
Angelina Karolin Anggreni Simangungsong

Ericka Tiurlan Napitupulu

Julyana Ruth Lydia Margareta Silaen



Ijastin Binsar Rajagukguk


Laurentia Stephany Marpaung

Stephen Gilbert Sihotang
Zefani Magdalena  Silalahi
Anastasya Putri Fortuna Panjaitan
Yuli Triason Simangunsong
Theresa Heriantanty Harianjaya




Hicca Polasiulina Simangunsong



Gunardo Goklas  Nainggolan 

Natalio Yosafat Simangunsong

Anthonyo Fernaldy Sihombing

Jumat, 01 November 2019

PERMBERKATAN PERKAWINAN BOY SALOMO SINAMBELA DOHOT DESI RATNA SARI BORU SAMOSIR


TATA KEBAKTIAN

PEMBERKATAN PERKAWINAN


BOY SALOMO SINAMBELA

DAN

DESI RATNA SARI BORU SAMOSIR

SABTU, 2 NOVEMBER 2019

PUKUL 09.30 WIB









I.   Pra Ibadah

1.       Calon Pengantin dan keluarga serta Majelis Gereja berdoa bersama di konsistori.

2.       Calon Mempelai dan keluarga memasuki gereja, jemaat diundang berdiri. (diiringi musik)

II.   I b a d a h

1.       Bernyanyi KJ. No. 392: 1-2 Ku berbahagia  D= Do

1.       “Ku berbahagia, yakin teguh:
Yesus abadi kepunyaanku!
Aku waris-Nya, ‘ku ditebus,
Ciptaan baru Rohulkudus.
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.
                       
(Jemaat Berdiri)


2.       Pasrah sempurna, nikmat penuh;
Suka sorgawi melimpahiku.
Lagu malaikat amat merdu;
Kasih dan rahmat besertaku.
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya.

2.       Votum - Introitus - Doa
(L: Liturgis – J: Jemaat)

L:         Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
J:         Aku hendak mengangungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya,
L:         Aku hendak mengangungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Haleluya! (Marilah kita berdoa): Ya Tuhan Allah kami yang di surga, Engkaulah yang menetapkan perkawinan itu. Engkau melihat kedua saudara kami ini, yang bermaksud melangsungkan perkawinan mereka. Mereka datang memohon berkat-Mu. Sertai dan berkatilah mereka dengan kasih sayang-Mu. Isilah hidup mereka dengan Roh Kudus, agar perkawinan mereka ini senantiasa penuh damai dari permulaan hingga akhirnya. Dengarlah doa dan permohonan kami ini karena kasih sayang-Mu kepada kami. Amin.                 
(Jemaat Duduk)

3.       Koor/VG/Solo:

4.       Bernyanyi KJ. No. 57: 1+3 Yesus lihat umat-Mu   G= Do

1.       Yesus, lihat umat-Mu
Yang mendamba Kau berfirman,
Dan arahkan pada-Mu
Hati dan seluruh ind’ra,
Hingga kami yang di dunia
Kau dekatkan pada sorga.

2.       Sinar mahamulia
Lahir dari Allah Bapa,
Buka dan siapkanlah hati,
Mulut, pendengaran:
Biar doa dan nyanyian
Berkenan pada-Mu, Tuhan!

5.       Khotbah: 2 Petrus 3: 18

       Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia 
       dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, 
       Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, 
       sekarang dan sampai selama-lamanya.



6.       Koor/VG/Solo:

7.       Bernyanyi KJ. No. 318: 1 Berbahagia tiap rumah tangga C= Do
(Calon Pengantin maju ke Altar gereja)

1.  Berbahagia tiap rumah tangga,
Di mana Kaulah Tamu yang tetap.
Dan merasakan tiap suka cita,
Tanpa Tuhannya tiadalah lengkap.
Di mana hati girang menyambut-Mu
Dan memandang-Mu dengan berseri.
Tiap anggota menanti sabda-Mu
Dan taat akan Firman yang Kau b’ri.

8.       Pemberkatan

9.       Koor/VG/Solo:

10.   Pemberian Tanda Kasih gereja

11.   Koor/VG/Solo:

12.   Bernyanyi KJ. No. 419: 1…  Yesus, pimpinlah       G= Do (Persembahan  I (Gereja) dan II (Sosial))

1.    Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
     Hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
     Tuntun umat-Mu masuk rumah-Mu.

2.    B’rilah kami pun  iman yang teguh,
     Agar jangan ditaklukkan oleh susah dan keluhan,
     Tapi bertekun ikut jalan-Mu.

..... (Musik) .....

3.    Bila ditekan duka dan beban,
     Bagi kami dan sesama, o, berilah ketabahan
     Dan tunjukkanlah akhir yang cerah.
     (Jemaat Berdiri)


13.   Doa Persembahan - Berkat

14.   (Manyanyikan): Amin, amin, amin.

III.  Kata Sambutan:

1.       Mewakili keluarga Pengantin Laki-laki

2.       Mewakili keluarga Pengantin Perempuan

IV.  Poto Bersama

1.       Kedua Pengantin

2.       Kedua Pengantin dan Pendeta

1.       Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Laki-laki

2.       Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin Perempuan

3.       Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin

V. Bersalaman  (Kedua Pengantin dan orangtua Pengantin berdiri di depan Altar menghadap jemaat sambil bernyanyi BE. No. 141 Sai tiur ma langkamuna BL. 222 C= Do)

Sai tiur ma langkamuna,
sai Debata ma donganmuna,
nang surusuruanNa pe.
Molo diramoti Jesus,
hamuna ndang tarbaen so bulus,
do langkamuna sasude.
Antong Tuhanta i, ma donganmuna i ganup ari,
     hamu sude sai ingot be, tumangiangkon hami pe.

RENUNGAN MINGGU XX SETELAH TRINITATIS, 3 NOVEMBER 2019

Peliharalah Kehidupan Yang Suci 

(Efesus 5 : 22- 33)


Kehidupan yang benar bermula dari bagaimana kita dapat memahami nilai kehidupan itu sendiri, baik dalam hal pekerjaan, kehidupan bermasyarakat, kehidupan secara individu, kehidupan keagamaan serta kehidupan dalam keluarga seperti perkawinan. Dengan pemahaman itu, kita akan mampu membentuk karakter moral kita apa dan bagaimana semestinya. Kita akan dituntun untuk menghargai kehidupan kita secara pribadi dan akan menghantar kita untuk kehidupan selanjutnya. Menghargai nilai dari sebuah kebaikan, tentu kita akan berusaha untuk memahami apa nilai kebenaran, keadilan, kasih serta tanggung jawab baik secara moral maupun spritual. Artinya bagaimana kita awali dari diri kita sendiri, bagaimana kita mampu menempatkan diri kita di posisi yang sebenarnya, dengan demikian kita akan memahami apa dan bagaimana tugas kita.

Dalam dunia perkawinan, sudah terlalu sering kita dengarkan kasus perceraian dengan banyak alasan, seperti misalnya: “kurang kecocokan, karena tidak memiliki keturunan, masalah ekonomi, masalah pekerjaan. Dengan alasan seperti ini cenderung terjadi pembenaran diri, padahal kalau kita coba merenungkan janji kita sebelum menikah ada 3: saling mencintai, tidak akan dipisahkan oleh apapun kecuali maut/kematian, sehati sepikir. Artinya; jikalau kita merenungkan kembali semuanya itu tidak ada alasan untuk bercerai. Di sisi lain, adanya pandangan tentang perbedaan status, ada banyak orang mengatakan, bahwa status laki-laki adalah lebih tinggi, sehingga melihat isterinya hanya sebuah pelengkap, bukan sebagai bagian dari kehidupannya. Terlebih dengan kalimat: ”Hai perempuan, tunduklah pada suamimu.” Kalimat ini membawa kepada berbagai pemahaman yang salah, sepertinya bahwa perempuan itu ada sepenuhnya dalam kekuasaan suaminya. Sehingga terkadang perkawinan menjadi sebuah belenggu/penjara kebebasan, hak, kehidupan dari seorang perempuan. Hal ini juga terjadi pada jamannya Kekaisaran Romawi, di mana ditemukan kemerosotan moral yang luar biasa, terutama sekitar tahun 234 BC jamannya Spurius Carvilius Ruga; perkawinan sangatlah memprihatinkan, sebab menikah untuk diceraikan, dan dapat berulang-ulang. Saat itu boleh jadi seorang perempuan menjadi istri yang ke-23 dari seorang laki-laki, dan laki-laki menjadi suami ke-20 dari seorang perempuan.

Menjadi titik dasar nats ini adalah KASIH. Pengorbanan, kesetiaan dan ketaatan, saling menghargai satu dengan yang lain; Paulus mau katakan kepada para suami agar kiranya mengasihi isterinya, seperti Kristus mengasihi jemaatNya, rela berkorban, ada kesetiaan, sehingga dengan demikian akan melahirkan kesetiaan juga dari isterinya, dan juga bagaimana seorang isteri harus menjaga harkat suaminya. Tentu masing-masing harus mampu mengalahkan diri, membentuk orientasi pemahaman yang baru dalam kebersamaan visi dan misi keluarga. Artinya dalam perkawinan, masing-masing harus memiliki komitmen, kewajiban, tugas, kepatuhan dan pelayanan, kesetiaan, kejujuran, saling merendahkan diri dalam takut akan Tuhan. Masing-masing harus melihat keberadaan mereka bukanlah dua pribadi yang berbeda, akan tetapi adalah sebuah kesatuan. Dengan demikian mereka akan hidup kudus di hadapan Allah. Selamat hari Minggu. (HS).

RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...