Senin, 10 Agustus 2015

RAPAT SEKSI BAPAK JUMAT 7 AGUSTUS 2015 PUKUL 20.00 WIB


Lanjutan Rapat Dewan Koinonia dan Seksi Ama

Utusan setiap koor Bapak dan Mannen Koor 

HKBP Pondok Gede

membicarakan perihal keikutsertaan 

Festival Koor HKBP Sudirman Jakarta

dan

Dinamika Koor Dan Mannen Koor

di 

HKBP Pondok Gede







Kamis, 06 Agustus 2015

RENUNGAN MINGGU X SETELAH TRINITATIS 9 AGUSTUS 2015

Tuhan Mendengar Seruanmu! 

(Mazmur 34:1-8)



Kesulitan atau kemudahan merupakan realita hidup yang pasti akan kita hadapi. Sebagai manusia, kita berkewajiban melakukan yang terbaik untuk menghadapi keduanya. Misalnya perlu memahami faktor-faktor yang menimbulkan kesulitan atau kemudahan hidup tersebut. Dengan demikian kita bisa menyikapi kesulitan-kesulitan atau kemudahan-kemudahan itu sesuai situasi dan kondisinya.
Namun, sepertinya hidup lebih banyak kesulitannya. Bahaya selalu mengancam, seringkali kita habis akal mengatasinya. Di depan ada jurang yang dalam. Di belakang ada tembok yang menjulang tinggi. Di sebelah kiri ada Singa, di sebelah kanan ada Buaya. Jalan buntu!  Tidak ada jalan keluar, seringkali mengakibatkan frustrasi. Bagaimana menghadapi situasi demikian?
Daud menghadapi situasi yang sangat sulit. Ia lari menghindar dari raja Saul yang ingin membunuhnya, mencoba mencari tempat yang aman di negeri Gat musuh bangsanya sendiri. Namun, Akhis (Abimelekh) tempat pelariannya tersebut berencana menjadikan Daud sebagai sandera yang menguntungkan untuk ditukarkan kepada Saul (Band. Maz. 34; 1Sam.21:10-15). Kitab 1 Samuel mencatat secara historis kisah ini memberi kesan bahwa Daud terlepas dari situasi sulit seolah berkat kecerdikannya dengan berpura-pura tidak waras. Bukan! Mazmur 34 dan 56 menyatakan bahwa ia dapat terlepas dari situasi sulit tersebut, berkat pertolongan Tuhan karena ia mencari dan berseru kepada Tuhan (34:5,7), Tuhan menjawabnya, melepaskannya dari segala kegentarannya (34:5), karena Tuhan mendengar dan menyelamatkan (34:7), mengutus malaikat-Nya untuk melindunginya (34:8).
Penderitaan boleh sangat banyak. Seperti kelaparan, pengangguran, sakit, diperlakukan tidak adil, kekeringan, dll, dsb.  Sekarang ini kita mendengar di banyak tempat terjadi kekeringan mengakibatkan kebakaran rumah pun hutan. Kekeringan karena ketidak-patuhan pada aturan, karena: (1) Kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan akibat ketidak-patuhan pengguna terhadap pola tanam/pola penggunaan air. (2) Kerusakan kawasan tangkapan air, sumber-sumber air akibat perbuatan manusia.
Memang dari data historis, kekeringan di Indonesia sangat berkaitan dengan fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscilation). Di mana pengaruh El-Nino lebih kuat pada musim kemarau dari pada musim hujan. Pengaruh El-Nino pada keragaman hujan memiliki beberapa pola: (1) Akhir musim kemarau mundur dari normal. (2) Awal masuk musim hujan mundur dari normal. (3) Curah hujan musim kemarau turun tajam dibanding normal. (4) Deret hari kering semakin panjang, khususnya di daerah Indonesia bagian Timur. Kekeringan akan berdampak pada kesehatan manusia, tanaman serta hewan. Kekeringan menyebabkan pepohonan akan mati dan tanah menjadi gundul yang pada musim hujan menjadi mudah tererosi dan banjir. Mengakibatkan bencana berupa hilangnya bahan pangan akibat tanaman pangan dan ternak mati, petani kehilangan mata pencaharian, banyak orang kelaparan dan mati, sehingga berdampak terjadinya urbanisasi.

Apa pun kesulitan kita, berserulah kepada Tuhan! Mazmur 34 mengajarkan bagaimana Tuhan menolong kita. Selalu mencari Tuhan dengan doa, percayalah akan perlindungan-Nya, kecaplah dan lihatlah kebaikan-Nya (34:5-11). Mencari Tuhan memiliki kerinduan untuk bertemu, untuk bersekutu dengan-Nya (ay.11). Ketika kita mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh maka Tuhan pasti akan berkenan untuk ditemui. Ketika kita mencari Tuhan, maka Tuhan juga akan menggenapi janji-janjiNya (Ul 4:29), bersuka hati (1Taw 16:10), memiliki negeri (2Taw 14:7), segala usaha kita berhasil (2Taw 26:5), dijawab Tuhan (Mzm 34:5), mengerti segala sesuatu (Ams 28:5), mendapatkan keadilan (Hos 10:12), mendapatkan hidup (Am 5:6), dilindungi dari murka Tuhan (Zef 2:3). Pada akhirnya, bersyukurlah senantiasa di dalam Tuhan. Pujilah dan muliakanlah Nama-Nya (34:2-4). Amin. 
Selamat Hari Minggu.

ACARA IBADAH IKAT JANJI PERKAWINAN Albert Butarbutar, S.H dan Juwita Prisclara br. Tambunan, S.E

A C A R A   I B A D A H
IKAT JANJI PERKAWINAN
HKBP PONDOK GEDE RESSORT PONDOK GEDE
DISTRIK XIX BEKASI
Jumat, 7 Agustus 2015
Pukul 10.30 WIB







Albert Butarbutar, SH
Dan
Juwita Prisclara br. Tambunan, SE


Jl. Perumahan Taman Pondok Gede Blok H No.1-3
Pondok Gede RT 04 RW 01 Kelurahan Jatirahayu
Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi
Provinsi Jawa Barat
Telp. (021) 8467284


I.      Pra Ibadah

1.           Persiapan di ruang Konsistori (Calon mempelai, orangtua dan Majelis Gereja berdoa bersama)
2.           Calon mempelai dan keluarga memasuki gereja (diiringi musik)

II.  Ibadah

  1. Bernyanyi KJ. No. 9: 1-2  “Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan” G=Do

Puji, hai jiwaku, puji Tuhan selagi ada nafasmu!
Allahku patutlah kuagungkan sepanjang umur hidupku!
Hayatku Dia yang beri; Dia kupuji tak henti.
Haleluya, haleluya!

                                    ---- Jemaat Berdiri ----

Jika penolongmu Allah Yakub, betapa kau bahagia!
Ia penuhi pengharapanmu, Tuhan setia s”lamanya.
Maha Pencipta dunia tak meninggalkan makhluknya.
Haleluya, haleluya!

  1. Votum, Introitus, Doa (L= Liturgis; J= Jemaat)

L:      Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu”

J:       Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia,

L:     Maka terhadap engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setiaNya yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Haleluya!
Marilah kita berdoa: Ya Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami mengucap syukur kepada-Mu karena Engkau membimbing saudara/i kami hendak berjanji di hadapanMu, sebelum mereka menerima berkat perkawinan dari Tuhan. Semoga mereka beroleh sukacita di waktu yang telah Engkau tentukan bagi mereka.  Karuniakanlah  Roh  Kudus  untuk  menuntun mereka sehingga rencana tersebut berjalan dalam damai dan bahagia. Perlengkapilah orangtua dan seluruh keluarganya. Curahkanlah berkat dan hikmatMu kepada mereka. Dengarkanlah doa kami, di dalam Nama Yesus Kristus Juruselamat kami. Amin.
 ---Jemaat Duduk---

  1. Koor: Wijk 3 HKBP Pondok Gede

  1. Bernyanyi KJ. No. 406: 1+3 “Ya Tuhan, Bimbing Aku”  D=Do

Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu
Engganlah ku melangkah setapakpun, pabila Kau tak ada di sampingku

( Calon Mempelai dan Orangtua Berdiri di Tempat )

Dan bila tak kurasa kuasaMu, Engkau senantiasa di sampingku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu.

  1. Membaca Naskah Ikat Janji Perkawinan
  2. Penegasan terhadap Calon Mempelai dan orangtua
  3. Penandatanganan berita Ikat Janji Perkawinan
a. Calon mempelai Laki-laki dan Perempuan                                 
b. Orang tua calon mempelai Laki-laki dan Perempuan
c. Saksi dari pihak calon mempelai Laki-laki dan Perempuan
d. Sintua calon mempelai Laki-laki dan Perempuan
e. Pelayan Ikat Janji Perkawinan (Na Patumpolhon)
f.  Pemberitahuan :  Nb. Pemberkatan Perkawinan Sabtu, 29 Agustus 2015 di HKBP Pondok Gede Ressort Pondok Gede Pukul 19.00 WIB

  1. Koor: Parompuan HKBPPondok Gede

  1. Bernyanyi KJ. No. 369a: 1 “Ya Yesus ‘Ku Berjanji” F=Do
(Calon Mempelai menuju altar)
Ya Yesus, ‘ku berjanji setia padaMu;
’Kupinta Kau selalu dekat ya Tuhanku
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat
Kar’na Engkau Temanku, Pemimpin terdekat

  1. Tukar Cincin

         Calon Mempelai  Laki-laki: Terimalah cincin ini sebagai simbol
kasih setiaku yang tidak akan berubah kepadamu.
         Calon Mempelai Perempuan: Terimalah cincin ini sebagai simbol
kasih setiaku yang tidak akan berubah kepadamu.
(Calon Mempelai kembali ke tempat duduk)

  1. Koor: Keluarga Gultom ; Keluarga Butarbutar
  2. Bernyanyi PKJ. No. 165: 1 “Janji Yang Manis” As=Do
(= BE. No. 766 Padan na Uli)

Janji yang manis: Kau tak Kulupakan, tak terombang-ambing lagi jiwaku. Walau lembah hidupku penuh awan, nanti ‘kan cerahlah langit di atasku.
Reff: Kau tidak ‘kan Aku lupakan, Aku memimpinmu, Aku membimbingmu. Kau tidak ‘kan Aku lupakan, Aku Penolongmu, yakinlah teguh

13. Khotbah 1 Korintus 11:10-11

14. Bernyanyi KJ. No. 393: 1-3 “Tuhan, Betapa Banyaknya” G=Do
                                         {Persembahan I (huria) & II (sosial)}

Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri
Teristimewa rahmatMu dan hidup abadi
Ref.:    T’rima kasih ya Tuhanku, atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi

Sanak, saudara dan teman Kau b’ri kepadaku
Berkat terindah ialah: ’ku jadi anak-Mu.  Ref.: T’rima kasih ....

--------Musik-------

Setiap hari rahmatMu tiada putusnya
Hendak kupuji namaMu tetap selamanya. Ref.: T’rima kasih ...

15. Doa Penutup (Jemaat Berdiri)
      
III.     Kata Sambutan mewakili keluarga kedua Calon Mempelai


IV.      Bersalaman (Calon Mempelai berdiri di depan)









RENUNGAN MINGGU ADVENT I 28 NOVEMBER 2021

MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM KEKUDUSAN (1 Tesalonika 3: 9-13) Surat ini ditujukan kepada komunitas pengikut Kristus di Tesalonika. L...